Javanusa.com—Memilih asupan sebelum gym tidak cukup hanya mempertimbangkan kandungan protein. Jenis makanan, waktu konsumsi, kebutuhan energi, dan tujuan latihan juga perlu diperhatikan.
Nasi lengkap dengan lauk, jus buah plus protein, serta susu protein dan creatine memiliki kelebihan masing-masing. Namun, ketiganya memberikan respons yang berbeda terhadap kebutuhan tubuh sebelum berolahraga.
Dilansir dari KlikDokter, berikut perbandingan manfaat dan kekurangan ketiga pilihan tersebut agar Anda dapat menentukan asupan yang sesuai sebelum latihan.
1. Nasi Lengkap dengan Lauk
Nasi lengkap dengan lauk menjadi pilihan yang umum dikonsumsi sebelum berolahraga. Kombinasi nasi, sumber protein, dan sayuran dapat memberikan asupan energi sekaligus nutrisi yang lebih beragam.
Karbohidrat dari nasi menjadi sumber glukosa bagi tubuh selama aktivitas fisik. Sementara itu, ayam, ikan, atau daging menyediakan protein yang berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan otot.
Pilihan ini juga cenderung lebih mengenyangkan. Karena itu, nasi lengkap cocok bagi orang yang membutuhkan asupan energi lebih stabil selama sesi latihan.
Namun, makanan lengkap membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Konsumsi sekitar 2–3 jam sebelum latihan dapat membantu mengurangi risiko rasa penuh atau tidak nyaman saat berolahraga.
Porsi juga perlu diperhatikan. Makan terlalu banyak sebelum gym justru dapat membuat tubuh terasa berat dan menurunkan kenyamanan selama latihan.
2. Jus Buah Plus Protein
Bagi yang membutuhkan pilihan lebih praktis, jus buah dengan tambahan protein dapat menjadi alternatif. Kombinasi tersebut menyediakan karbohidrat dari buah dan protein dalam bentuk yang relatif mudah dikonsumsi.
Kandungan gula alami pada buah dapat menyediakan energi dengan cepat. Buah juga mengandung vitamin dan antioksidan yang mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.
Selain itu, jus dapat membantu menambah asupan cairan sebelum berolahraga. Pilihan ini cocok bagi orang yang sulit mengonsumsi makanan padat menjelang latihan.
Meski praktis, kandungan gula dalam jus perlu diperhatikan. Asupan gula yang tinggi dapat memberikan peningkatan energi yang cepat, tetapi efeknya tidak selalu bertahan lama.
Jus juga biasanya kurang mengenyangkan dibandingkan makanan padat. Rasa lapar dapat kembali muncul ketika latihan berlangsung, terutama jika sesi olahraga cukup panjang.
3. Susu Protein dan Creatine
Susu protein yang dikombinasikan dengan creatine banyak digunakan oleh orang yang menjalani latihan kekuatan. Kombinasi tersebut berfokus pada pemenuhan protein serta dukungan terhadap performa fisik.
Protein menyediakan asam amino yang dibutuhkan dalam proses pemeliharaan dan perbaikan otot. Sementara itu, creatine dikenal dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan performa fisik.
Kepraktisan menjadi keunggulan lainnya. Minuman protein dapat disiapkan dengan cepat, terutama bagi orang yang memiliki jadwal padat sebelum pergi ke gym.
Namun, susu protein tidak selalu cocok untuk semua orang. Sebagian orang dapat mengalami gangguan pencernaan atau perut kembung, terutama jika memiliki intoleransi terhadap laktosa.
Selain itu, produk tinggi protein belum tentu menyediakan karbohidrat dalam jumlah cukup. Padahal, karbohidrat tetap berperan sebagai sumber energi penting saat melakukan latihan.
Mana yang Paling Tepat Sebelum Gym?
Pilihan asupan sebelum gym sebaiknya disesuaikan dengan tujuan latihan, waktu yang tersedia, serta respons tubuh masing-masing.
Jika membutuhkan energi lebih tahan lama dan memiliki waktu sekitar 2–3 jam sebelum latihan, nasi lengkap dengan lauk dapat menjadi pilihan.
Untuk kebutuhan energi yang lebih cepat dan tambahan cairan, jus buah plus protein dapat dikonsumsi sekitar 30–60 menit sebelum berolahraga.
Sementara itu, susu protein dan creatine dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang berfokus pada peningkatan kekuatan dan pembentukan otot. Konsumsinya dapat dilakukan sekitar 30–60 menit sebelum latihan.
Tidak ada satu pilihan yang paling tepat untuk semua orang. Respons tubuh terhadap makanan sebelum olahraga dapat berbeda, sehingga Anda perlu memperhatikan kenyamanan dan performa selama latihan.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan pengaturan nutrisi khusus, konsultasikan pilihan makanan sebelum olahraga dengan dokter atau ahli gizi. (*)






