Javanusa.com—Terong bukan sekadar pelengkap berbagai hidangan. Sayuran dengan tekstur lembut ini mengandung serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Bahan makanan ini cukup fleksibel untuk diolah. Terong bisa dipanggang, dikukus, ditumis, dimasak dalam sup, maupun digunakan sebagai bagian dari berbagai menu rumahan.
Salah satu keunggulan terong berasal dari kandungan seratnya. Serat membantu mendukung fungsi pencernaan sekaligus dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Dikutip dari Halodoc, kulit terong juga memiliki pigmen alami, termasuk antosianin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari dampak radikal bebas.
Meski demikian, manfaat terong perlu dilihat dalam konteks pola makan secara keseluruhan. Konsumsi satu jenis sayuran saja tidak menentukan kondisi kesehatan seseorang.
Terong Bisa Menjadi Pilihan Rendah Kalori
Terong dapat menjadi pilihan sayuran rendah kalori, terutama jika pengolahannya tidak menggunakan banyak minyak, garam, atau santan.
Cara memasak menjadi faktor penting. Proses menggoreng dapat meningkatkan jumlah kalori karena terong cenderung menyerap minyak selama proses tersebut.
Karena itu, metode seperti mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan untuk menjaga karakteristik nutrisinya.
Tips Mengolah Terong agar Lebih Sehat
Sebelum dimasak, cuci terong menggunakan air mengalir. Setelah itu, potong sesuai kebutuhan dan segera olah.
Agar menu lebih seimbang, padukan terong dengan sumber protein dan sayuran lainnya. Batasi pula penggunaan garam, gula, minyak, serta santan sesuai kebutuhan.
Saat membeli, pilih terong dengan kulit yang masih segar. Hindari terong yang terlalu lunak atau memiliki bagian yang menunjukkan tanda pembusukan.
Perhatikan Reaksi Setelah Mengonsumsi Terong
Sebagian orang dapat mengalami reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan tertentu. Keluhan seperti gatal menyeluruh, pembengkakan pada bibir atau wajah, muntah berulang, hingga sesak napas perlu mendapat perhatian.
Gejala tersebut dapat mengarah pada reaksi alergi. Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi terong dan terasa berat atau memburuk, segera cari pertolongan medis.
Pada dasarnya, terong dapat menjadi bagian dari menu bergizi jika dikonsumsi bersama makanan lain dalam pola makan yang beragam dan seimbang. (*)






