Tidak Sekadar Enak, Ini 10 Manfaat Tape Singkong dan Kandungan Gizinya

Penulis -

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tape singkong. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi tape singkong. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Tape singkong bukan sekadar kudapan tradisional yang memiliki rasa manis dan sedikit asam. Proses fermentasi membuat makanan ini memiliki karakter gizi dan mikroorganisme yang berbeda dari singkong segar.

Tape juga mengandung karbohidrat, serat, vitamin C, mineral, serta komponen hasil fermentasi. Sejumlah penelitian menunjukkan mikroorganisme tertentu dari makanan fermentasi berpotensi mendukung kesehatan metabolisme dan pencernaan.

Meski demikian, manfaat tape singkong untuk kesehatan tidak boleh dianggap sebagai khasiat yang sudah terbukti untuk semua orang.

Sebagian besar penelitian masih meneliti mikroorganisme atau probiotik tertentu, bukan konsumsi tape singkong secara langsung.

Mengenal tape singkong dan kandungan gizinya

Tape singkong dibuat melalui fermentasi singkong menggunakan ragi. Singkong terlebih dahulu dimasak, kemudian diberi ragi dan disimpan selama sekitar dua hingga tiga hari.

Selama proses tersebut, mikroorganisme memecah sebagian komponen karbohidrat dalam singkong. Proses itu menghasilkan perubahan rasa, aroma, tekstur, dan komposisi kimia makanan.

Tape biasanya dibungkus menggunakan daun pisang atau ditempatkan dalam wadah tertutup. Semakin lama fermentasi berlangsung, teksturnya cenderung semakin lunak.

Tape dapat langsung dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan berbagai makanan. Contohnya antara lain bolu, brownies, kolak, puding, dan es buah.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia yang tercantum dalam sumber rujukan, setiap 100 gram tape singkong mengandung sekitar:

    • Air: 57,4 gram
    • Energi: 169 kkal
    • Protein: 1,4 gram
    • Lemak: 0,3 gram
    • Karbohidrat: 40,2 gram
    • Serat: 2 gram
    • Kalsium: 21 mg
    • Fosfor: 34 mg
    • Zat besi: 0,8 mg
    • Vitamin C: 9 mg

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa tape singkong terutama menyumbang karbohidrat sebagai sumber energi. Kandungan serat, vitamin C, serta sejumlah mineral juga menjadi bagian dari nilai gizinya. Dilansir dari Hellosehat, berikut manfaat tape untuk tubuh:

1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan

Fermentasi membuat tape memiliki mikroorganisme yang berpotensi memberikan manfaat bagi saluran pencernaan. Namun, istilah probiotik sebaiknya digunakan secara hati-hati karena tidak semua mikroorganisme dalam makanan fermentasi otomatis memenuhi kriteria probiotik.

Baca Juga :  Pascagempa NTT, Lebih dari 5.000 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Serat dalam tape juga dapat membantu mendukung fungsi saluran cerna. Asupan serat yang cukup membantu menjaga konsistensi feses dan keteraturan buang air besar.

2. Menjadi sumber energi

Karbohidrat menjadi salah satu komponen utama dalam tape singkong. Setiap 100 gram tape mengandung sekitar 40,2 gram karbohidrat.

Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi. Sebagian glukosa juga dapat tersimpan sebagai glikogen di hati dan otot.

Karena itu, tape dapat menjadi salah satu pilihan makanan sumber energi. Namun, porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

3. Berpotensi mendukung sistem kekebalan tubuh

Hubungan antara mikrobiota usus dan sistem imun membuat makanan fermentasi menarik untuk diteliti. Mikroorganisme tertentu dapat berinteraksi dengan sistem kekebalan melalui saluran pencernaan.

Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat tersebut pada strain bakteri tertentu. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa makan tape singkong secara langsung dapat mencegah infeksi atau flu.

Dengan demikian, tape lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan beragam. Bukan sebagai pengganti makanan atau terapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Berpotensi membantu pengendalian gula darah

Tape singkong tetap mengandung karbohidrat dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan porsi ketika mengonsumsinya.

Penelitian mengenai probiotik memang menemukan potensi pengaruh terhadap metabolisme glukosa. Meta-analisis uji klinis terhadap suplementasi Lactobacillus plantarum menemukan perbaikan kecil pada glukosa puasa dan HbA1c pada kelompok tertentu.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti tape singkong dapat digunakan sebagai makanan penurun gula darah. Efeknya juga dapat berbeda berdasarkan jenis mikroorganisme dan jumlah yang dikonsumsi.

5. Mendukung kesehatan tulang

Tape singkong mengandung kalsium dan fosfor dalam jumlah tertentu. Kedua mineral tersebut memiliki peran penting dalam pemeliharaan struktur tulang dan gigi.

Baca Juga :  Manfaat Lari Sore untuk Orang Kurus, Bantu Jaga Kebugaran dan Berat Badan

Meski begitu, kandungannya tidak menjadikan tape sebagai sumber utama kalsium. Kebutuhan mineral tetap sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang mencakup berbagai sumber pangan.

6. Berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol

Salah satu manfaat tape singkong yang menarik perhatian peneliti berkaitan dengan bakteri asam laktat. Studi pada bakteri yang diisolasi dari tapai menunjukkan Lactiplantibacillus plantarum memiliki kemampuan memengaruhi metabolisme kolesterol.

Dalam penelitian menggunakan hewan, suplementasi strain tertentu menurunkan kolesterol total dan trigliserida. Mekanismenya berkaitan dengan perubahan penyerapan serta metabolisme kolesterol dan asam empedu.

Penelitian pada manusia juga menunjukkan strain tertentu dari L. plantarum dapat memberikan penurunan LDL secara moderat. Namun, efek tersebut bergantung pada strain dan kondisi individu. Artinya, manfaat tersebut belum dapat disamakan dengan efek obat penurun kolesterol.

7. Berpotensi mendukung suasana hati

Kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan fungsi otak melalui apa yang dikenal sebagai gut-brain axis. Karena itu, mikroorganisme usus menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan suasana hati.

Beberapa strain Lactobacillus diketahui dapat memengaruhi senyawa dan jalur komunikasi antara sistem pencernaan dengan otak.

Meski demikian, bukti tersebut belum cukup untuk menjadikan tape singkong sebagai makanan khusus untuk mengatasi gangguan suasana hati.

Pola makan secara keseluruhan tetap memiliki pengaruh yang lebih luas terhadap kesehatan otak dan kondisi emosional.

8. Berpotensi mendukung fungsi kognitif

Mikrobiota usus juga berhubungan dengan berbagai proses yang memengaruhi fungsi sistem saraf. Penelitian mengenai probiotik menunjukkan adanya potensi pengaruh terhadap komunikasi antarsel dan fungsi kognitif.

Namun, penelitian tersebut umumnya mengevaluasi strain atau produk probiotik tertentu. Karena itu, manfaat tersebut tidak dapat langsung digeneralisasikan pada semua jenis tape singkong.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui apakah konsumsi tape secara rutin memberikan efek yang bermakna terhadap fungsi kognitif manusia.

Baca Juga :  Lowongan Kerja PT Pegadaian (Persero), Paling Lambat 27 Agustus 2023
9. Membantu memenuhi kebutuhan antioksidan

Tape singkong mengandung vitamin C dalam jumlah sekitar 9 mg per 100 gram berdasarkan data komposisi pangan yang digunakan sebagai rujukan.

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan kolagen dan mendukung fungsi sistem kekebalan.

Namun, kandungan vitamin C dalam tape tidak menjadikannya satu-satunya sumber antioksidan. Buah dan sayuran tetap penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta senyawa bioaktif lainnya.

10. Berpotensi membantu mengurangi proses peradangan

Beberapa bakteri asam laktat, termasuk Lactiplantibacillus plantarum, memiliki aktivitas yang berkaitan dengan regulasi respons peradangan.

Penelitian eksperimental menunjukkan strain tertentu dapat memengaruhi produksi molekul yang terlibat dalam proses inflamasi. Karena itu, mikroorganisme hasil fermentasi menjadi salah satu objek penelitian dalam bidang kesehatan.

Namun, temuan tersebut belum berarti konsumsi tape singkong dapat digunakan untuk mengobati penyakit akibat peradangan. Bukti klinis khusus mengenai tape singkong masih terbatas.

Tetap perhatikan jumlah konsumsi

Tape singkong dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kandungan karbohidratnya cukup tinggi sehingga porsinya perlu diperhatikan, terutama oleh orang yang memiliki gangguan metabolisme glukosa.

Selain itu, proses fermentasi dapat menghasilkan senyawa seperti alkohol dalam jumlah tertentu. Efeknya dapat berbeda berdasarkan lama fermentasi, bahan, ragi, dan kondisi penyimpanan.

Karena itu, jangan menganggap semakin banyak tape yang dikonsumsi akan memberikan manfaat kesehatan yang semakin besar. Penelitian tentang manfaat tape singkong secara khusus juga masih terbatas.

Kesimpulannya, tape singkong memiliki nilai gizi dan menarik dari sisi fermentasi. Makanan tradisional ini dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan beragam, tetapi tidak sebaiknya diposisikan sebagai obat atau terapi penyakit tertentu. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru