Jakarta, Javanusa—Upaya pemulihan ekonomi pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar terus diperkuat.
Bupati Tanah Datar Eka Putra secara langsung menyambangi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI untuk memperjuangkan program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) dan Padat Karya Tunai Infrastruktur bagi masyarakat terdampak.
Langkah ini sebagai respons atas dampak bencana yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi warga di sejumlah nagari. Pemerintah daerah menilai intervensi program ketenagakerjaan menjadi kunci pemulihan jangka menengah.
Kehadiran Bupati Eka Putra di Kemenaker RI disambut langsung Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor Dt. Rajo Basa. Pertemuan berlangsung di Gedung Kemenaker RI, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Eka Putra menyerahkan proposal resmi bantuan TKMP dan Padat Karya Tunai Infrastruktur. Afriansyah Noor yang merupakan putra asli Tanah Datar disebut memahami langsung kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
Fokus Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Eka Putra menjelaskan, pengajuan proposal ini berangkat dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Tanah Datar beberapa waktu lalu. Menurutnya, bencana tersebut memukul sektor ekonomi warga, khususnya kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
“Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mengganggu mata pencaharian masyarakat. Karena itu, program ketenagakerjaan menjadi sangat mendesak,” kata Eka Putra.
Pemerintah daerah saat ini juga masih melakukan pemulihan infrastruktur dan pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak.
Enam Nagari Jadi Prioritas Program TKMP
Untuk tahun 2026, Pemkab Tanah Datar mengusulkan enam nagari di tiga kecamatan sebagai prioritas penerima program. Wilayah tersebut dinilai mengalami dampak signifikan akibat banjir bandang.
“Enam nagari yang kita usulkan adalah Nagari Singgalang, Tambangan, Batipuah Baruah, Sumpur, Padang Laweh Malalo, dan Guguak Malalo,” ujar Eka Putra.
Padat Karya Infrastruktur dan BLK Komunitas
Selain TKMP, pemerintah daerah juga mengajukan program Padat Karya Tunai Infrastruktur. Kegiatannya meliputi rabat beton jalan usaha tani dan pembangunan saluran irigasi sawah.
Program ini untuk menyerap tenaga kerja lokal, baik di wilayah terdampak maupun nonterdampak bencana. Pemkab Tanah Datar juga mengusulkan pembangunan gedung workshop serta pengadaan peralatan pelatihan kerja BLK Komunitas kejuruan multimedia.
Eka Putra menegaskan, pengajuan proposal ini merupakan tindak lanjut arahan Wamenaker saat mengunjungi korban banjir bandang di Nagari Guguak Malalo. Saat itu, Kemenaker berkomitmen membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui berbagai program.
“Pak Wamen menyampaikan akan membantu masyarakat terdampak bencana. Hari ini kami tindak lanjuti agar program Kemenaker bisa segera dilaksanakan di Tanah Datar,” kata Eka Putra.
Pemerintah daerah berharap dukungan ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kemandirian masyarakat pascabencana. (*/red)






