Javanusa.com—Putus cinta sering kali menjadi pengalaman emosional yang tidak mudah dilalui. Berakhirnya sebuah hubungan dapat memunculkan berbagai perasaan, mulai dari sedih, kecewa, marah, hingga kehilangan arah.
Karena itu, proses move on membutuhkan waktu dan pendekatan yang tepat agar seseorang dapat kembali menjalani hidup dengan lebih baik.
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi patah hati. Ada yang mampu bangkit dalam waktu singkat, tetapi tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan diri.
Meski tidak ada cara instan untuk melupakan mantan pasangan, sejumlah psikolog menyebutkan beberapa langkah yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan emosional.
Mengutip berbagai pandangan ahli psikologi yang dirangkum oleh Everyday Health, berikut tujuh cara move on setelah putus cinta yang bisa dicoba.
1. Prioritaskan Perawatan Diri
Saat mengalami patah hati, seseorang sering kehilangan motivasi untuk menjalani rutinitas sehari-hari. Padahal, menjaga kondisi fisik dan mental menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.
Penelitian menunjukkan bahwa putus cinta dapat memengaruhi kualitas tidur, meningkatkan tingkat stres, bahkan berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Karena itu, tetaplah menjaga pola makan sehat, tidur yang cukup, berolahraga, serta menjalani aktivitas harian secara teratur.
Dengan merawat diri, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan lebih baik untuk pulih dari tekanan emosional.
2. Jangan Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Banyak orang memilih menyendiri setelah putus cinta. Meski sesekali membutuhkan waktu untuk sendiri adalah hal yang wajar, mengisolasi diri dalam jangka panjang justru dapat memperburuk kondisi emosional.
Berinteraksi dengan teman, keluarga, atau orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi rasa kesepian. Dukungan sosial terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan mencegah munculnya perasaan depresi setelah berakhirnya hubungan.
Menerima ajakan berkumpul atau sekadar berbincang santai dengan sahabat bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu proses move on.
3. Pahami Bahwa Penyembuhan Membutuhkan Waktu
Tidak ada batas waktu pasti untuk melupakan seseorang yang pernah memiliki arti penting dalam hidup. Proses pemulihan emosional biasanya berlangsung secara bertahap dan tidak selalu berjalan mulus.
Ada kalanya seseorang merasa sudah membaik, tetapi tiba-tiba kembali teringat pada mantan dan merasakan kesedihan yang sama. Kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses penyembuhan.
Alih-alih memaksa diri untuk segera melupakan, cobalah menerima bahwa setiap emosi yang muncul merupakan bagian dari perjalanan menuju pemulihan.
4. Izinkan Diri Merasakan Emosi
Menekan atau mengabaikan kesedihan justru dapat membuat luka emosional bertahan lebih lama. Oleh karena itu, penting untuk mengakui dan menerima perasaan yang muncul setelah putus cinta.
Menangis, merasa kecewa, atau merasakan kehilangan bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, kemampuan memahami emosi sendiri dapat membantu seseorang menjadi lebih matang secara emosional.
Jika diperlukan, ceritakan perasaan tersebut kepada teman terpercaya, anggota keluarga, atau konselor profesional. Menulis jurnal harian juga dapat menjadi cara efektif untuk mengekspresikan emosi dan mengurangi beban pikiran.
5. Lakukan Aktivitas Positif dan Bermanfaat
Mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif dapat membantu mengalihkan perhatian dari kenangan masa lalu. Aktivitas seperti berolahraga, mengikuti kegiatan sosial, mempelajari keterampilan baru, atau membantu orang lain dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa melakukan tindakan kebaikan kepada orang lain mampu meningkatkan suasana hati dan menumbuhkan perasaan lebih bermakna dalam kehidupan.
Selain membantu proses pemulihan, aktivitas positif juga membuka peluang untuk menemukan lingkungan dan pengalaman baru.
6. Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan
Perasaan sedih setelah putus cinta merupakan hal yang normal. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung berlarut-larut hingga mengganggu pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari, bantuan profesional mungkin diperlukan.
Psikolog dapat membantu mengidentifikasi sumber kesulitan yang dialami serta memberikan strategi yang sesuai untuk mengelola emosi dan membangun kembali kepercayaan diri.
Mencari bantuan bukanlah tanda kegagalan, melainkan langkah bijak untuk menjaga kesehatan mental.
7. Batasi Kontak dengan Mantan Pasangan
Salah satu langkah yang sering disarankan psikolog adalah memberikan jarak dengan mantan pasangan, terutama pada masa awal setelah perpisahan.
Komunikasi yang terlalu sering dapat memunculkan kembali harapan, nostalgia, atau keinginan untuk mengulang hubungan yang telah berakhir. Akibatnya, proses move on menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Dengan mengurangi interaksi, seseorang memiliki ruang untuk menenangkan diri, menerima kenyataan, dan mulai membangun kehidupan baru tanpa terus terikat pada masa lalu.
Move On adalah Proses, Bukan Perlombaan
Move on bukan berarti melupakan seluruh kenangan yang pernah ada. Yang terpenting adalah belajar menerima pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup dan menjadikannya pelajaran untuk masa depan.
Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Karena itu, hindari membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada langkah-langkah kecil yang membantu diri menjadi lebih baik setiap hari. (*/red)






