7 Ciri Orang yang Haus Validasi dan Selalu Ingin Dipuji, Kenali Tandanya

Penulis -

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita haus validasi. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi wanita haus validasi. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Mendapatkan pujian memang bisa meningkatkan rasa percaya diri. Namun, ketika seseorang terus membutuhkan pengakuan orang lain untuk merasa berharga, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi perilaku haus validasi.

Fenomena haus validasi membuat seseorang bergantung pada persetujuan eksternal untuk mempertahankan penilaian positif terhadap dirinya.

Psikiater Timothy Jeider, dikutip dari Psych Central, menjelaskan bahwa sebagian orang menggunakan persetujuan orang lain untuk memperkuat rasa berharga dalam diri.

Saat kepercayaan dirinya menurun, orang tersebut dapat kembali mencari pengakuan dari lingkungan sekitar. Pola ini bisa terlihat dalam hubungan sosial, cara menghadapi kritik, hingga kebiasaan menggunakan media sosial.

Mengutip Fimela, berikut adalah beberapa tanda menunjukkan seseorang selalu ingin dipuji.

1. Selalu Membutuhkan Pengakuan dari Orang Lain

Salah satu tanda haus validasi terlihat dari ketergantungan terhadap pujian. Apresiasi orang lain menjadi ukuran penting dalam menentukan apakah dirinya merasa cukup baik.

Pujian memang dapat membuat mereka merasa lebih tenang. Namun, efek tersebut sering tidak bertahan lama ketika lingkungan tidak memberikan respons yang mereka harapkan.

Akibatnya, mereka kembali mencari persetujuan untuk mempertahankan rasa percaya diri. Siklus ini membuat harga diri semakin bergantung pada penilaian eksternal.

2. Sulit Menerima Kritik

Orang yang sangat membutuhkan validasi biasanya kesulitan menghadapi kritik, termasuk masukan yang sebenarnya bertujuan membantu.

Mereka dapat merespons secara defensif atau menolak pendapat yang berbeda. Kritik juga bisa mereka anggap sebagai ancaman terhadap citra diri.

Padahal, kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi. Kemampuan menerima masukan justru penting untuk membantu seseorang berkembang.

3. Senang Menjadi Pusat Perhatian

Kebutuhan terhadap pengakuan juga dapat terlihat dari keinginan untuk selalu menjadi perhatian dalam lingkungan sosial.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Himpun 12.173 Pelaksana MBG, Tegaskan Penguatan Gizi untuk Generasi Emas 2045

Mereka mungkin sering menceritakan pencapaian, pengalaman pribadi, atau masalah yang sedang dihadapi. Dalam percakapan, sebagian orang bahkan dapat memotong pembicaraan agar perhatian kembali tertuju kepada dirinya.

Perilaku tersebut tidak selalu menunjukkan masalah kepribadian. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan berkaitan dengan kebutuhan kuat untuk mendapatkan pengakuan, pola tersebut patut diperhatikan.

4. Harga Diri Bergantung pada Persetujuan Orang Lain

Dalam psikologi, terdapat konsep contingencies of self-worth, yaitu kondisi ketika harga diri seseorang bergantung pada pencapaian atau sumber tertentu.

Menurut ScienceDirect, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology memasukkan persetujuan orang lain sebagai salah satu sumber harga diri.

Dengan pola tersebut, seseorang dapat menilai dirinya berdasarkan respons lingkungan. Ketika mendapat pujian, rasa percaya diri meningkat. Sebaliknya, penolakan dapat memicu keraguan terhadap diri sendiri.

5. Terlalu Memikirkan Jumlah Like dan Komentar

Media sosial membuat kebutuhan akan validasi semakin mudah terlihat. Jumlah likes, komentar, dan views dapat berubah menjadi ukuran seberapa besar seseorang merasa dihargai.

Orang yang sangat bergantung pada validasi bisa berulang kali memeriksa respons terhadap unggahannya. Perubahan kecil pada angka tersebut bahkan dapat memengaruhi suasana hati.

Kebiasaan mencari pengakuan juga berkaitan dengan rasa takut ditolak. Kekhawatiran tersebut dapat membuat seseorang menghindari risiko karena takut mengecewakan orang lain.

6. Sulit Mengambil Keputusan Tanpa Persetujuan

Kebutuhan validasi tidak selalu muncul dalam bentuk keinginan mendapatkan pujian. Pada beberapa orang, pola tersebut terlihat ketika mereka membutuhkan kepastian dari orang lain sebelum mengambil keputusan.

Hal sederhana, seperti memilih pakaian atau menentukan pilihan sehari-hari, dapat membutuhkan persetujuan lingkungan. Mereka khawatir pilihannya dianggap salah atau membuat orang lain tidak menyukainya.

Baca Juga :  Mengenal Life Admin Day, Cara Sederhana Menata Hidup, Ini Manfaat dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Jika berlangsung berlebihan, kebiasaan tersebut dapat menghambat kemandirian dalam mengambil keputusan.

7. Haus Pujian Bisa Berkaitan dengan Ciri Narsistik

Kebutuhan berlebihan terhadap pujian juga dapat muncul bersama sejumlah ciri narsistik. Seseorang mungkin merasa dirinya sangat penting, menginginkan pengakuan berlebihan, atau sulit menerima kekalahan dan kritik.

Mereka juga dapat melebih-lebihkan kemampuan serta pencapaian. Dalam pergaulan, perilaku tersebut terkadang muncul sebagai promosi diri yang berlebihan.

Dalam kondisi tertentu, pola perilaku tersebut dapat ditemukan pada gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). Namun, keinginan mendapatkan pujian saja tidak cukup untuk menentukan seseorang mengalami NPD.

Diagnosis NPD membutuhkan penilaian profesional berdasarkan pola perilaku dan kriteria klinis. Karena itu, seseorang sebaiknya tidak langsung mendapat label gangguan kepribadian hanya karena terlihat sering mencari perhatian atau pujian.

Mengenali Haus Validasi Sejak Dini

Kebutuhan mendapatkan apresiasi sebenarnya merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan sosial. Masalah dapat muncul ketika penilaian orang lain menjadi sumber utama rasa berharga dan memengaruhi keputusan sehari-hari.

Mengenali pola tersebut dapat membantu seseorang membangun harga diri yang lebih sehat. Fokus pada nilai diri, kemampuan menerima kritik, serta mengambil keputusan secara mandiri dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap validasi eksternal. (*)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB