Padang, Javanusa—Dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks, peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa menjadi sangat penting untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan.
Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang menggelar Sosialisasi Pembumian Nilai-Nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (7/11/2024).
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Padang, Elfian Putra Ifadi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman tentang Pancasila, pentingnya menjaga keberagaman, serta semangat persatuan bangsa, khususnya dalam menghadapi Pilkada 2024.
Ia menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di era globalisasi sangat besar. Salah satu masalah yang perlu diwaspadai adalah maraknya peredaran narkoba yang kini banyak menyasar kalangan pelajar.
Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan dapat merusak tatanan sosial serta persatuan dan kesatuan bangsa. “Jika dibiarkan, akan jadi apa bangsa kita di masa depan?,” imbuhnya.
Selain menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan, Kesbangpol Kota Padang juga rutin menyelenggarakan dialog lintas etnis untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan di kalangan pelajar.
Elfian mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian agar mereka semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelajar dapat lebih memahami peran mereka dalam menjaga dan mewujudkan cita-cita bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika,” tambahnya.
Mengingat Pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang, Kesbangpol juga merasa perlu membekali generasi muda dengan pemahaman tentang pentingnya menyukseskan pesta demokrasi ini.
Acara sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 200 pelajar dari berbagai SMP dan SMA di Kota Padang. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten, yakni Junaidi Indrawadi dari Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang (UNP) dan Mardayeli Danhas, Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Barat. (jn01)






