Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menggelar Gerakan Irigasi Bersih di Daerah Irigasi Batang Anai, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini dirangkai dengan Dialog Hemat Air dan simulasi penanaman padi menggunakan konsep Sawah Pokok Murah sebagai strategi ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Acara dibuka oleh Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis didampingi Kepala Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo serta akademisi Ir. Revalin Herdianto.
Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan pentingnya menjaga kelestarian jaringan irigasi bagi petani.
Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen warga Padang Pariaman berprofesi sebagai petani. Dari total 28 ribu hektare lahan persawahan, hanya 50–60 persen yang dapat ditanami akibat kerusakan dan tidak berfungsinya sebagian jaringan irigasi.
“Gerakan Irigasi Bersih adalah langkah positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi solusi atas kesulitan petani dalam mendapatkan pasokan air ke sawah,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi sinergi BWS Sumatera V dan Korem 032/Wirabraja yang dinilainya selaras dengan semangat gotong royong demi mendukung ketahanan pangan daerah.
Konsep Sawah Pokok Murah: Hemat Air, Adaptif Iklim
Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan Gerakan Irigasi Bersih bertujuan memastikan jaringan irigasi berfungsi optimal sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaannya.
Ia juga memperkenalkan Sawah Pokok Murah, metode budidaya padi hemat air yang adaptif terhadap perubahan iklim. Model ini diharapkan menjadi inspirasi petani dalam mengelola lahan secara efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan simulasi penanaman padi menggunakan konsep Sawah Pokok Murah. Langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata penerapan pertanian hemat air yang mampu menjaga ketersediaan pangan di masa depan. (*/red)






