Padang Panjang, Javanusa—Pimpinan Baznas Padang Panjang periode 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Selasa (30/12/2025). Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memimpin langsung prosesi tersebut.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menegaskan Baznas memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya pengentasan kemiskinan. Ia menilai zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen sosial yang efektif jika dikelola secara profesional.
“Baznas merupakan ujung tombak dalam membantu pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan sentuhan dan perhatian nyata,” kata Hendri.
Ia menambahkan, penguatan program harus berbasis data penerima manfaat agar penyaluran zakat tepat sasaran. Dengan begitu, dampak sosial zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Potensi Zakat ASN Capai Rp5 Miliar per Tahun
Menurut Hendri Arnis, potensi zakat di Padang Panjang tergolong besar. Sumbernya berasal dari aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, serta para dermawan.
“Saat ini potensi zakat dari ASN saja diperkirakan mencapai Rp5 miliar per tahun. Angka ini harus dikelola secara optimal agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya peningkatan sinergi antara Baznas, OPD, dan masyarakat. Upaya penghimpunan zakat juga harus terus diperluas dan diperkuat.
Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Wali Kota meminta Pimpinan Baznas Padang Panjang yang baru menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Sistem pelaporan yang terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Saya berharap pimpinan Baznas bekerja secara profesional, amanah, dan transparan. Zakat yang terhimpun harus benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Hendri Arnis juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Baznas periode sebelumnya. Ia berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan capaian yang telah diraih.
Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Baznas, Nasrul, menjelaskan seluruh tahapan seleksi berjalan profesional dan objektif. Proses penjaringan dimulai sejak 2 Oktober 2025.
Sebanyak 16 pendaftar mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga penetapan lima pimpinan terpilih. Mereka yang dilantik adalah Novi Hendri, Syamsuarni, Zulkifli, Syahdanur, dan Masniarti. (*/red)






