Kunjungi Masjid Nurul Iman Tanjung Bakalik, Tim I Safari Ramadhan Pemkab Pessel Tampung Keluhan Warga Soal Sungai dan Bansos

Penulis -

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten I Bupati Pessel Syahrizal Antoni menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Nurul Iman saat kunjungan Safari Ramadhan di Kampung Rangeh, Nagari Kambang Barat. (Foto: Dok. Niks)

Asisten I Bupati Pessel Syahrizal Antoni menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Nurul Iman saat kunjungan Safari Ramadhan di Kampung Rangeh, Nagari Kambang Barat. (Foto: Dok. Niks)

Pessel, Javanusa—Tim I Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengunjungi Masjid Nurul Iman Tanjung Bakalik, Kampung Rangeh, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Senin (2/3).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada pemerintah daerah.

Tim Safari Ramadhan dipimpin Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni. Turut hadir Ketua DPRD Pessel Darmansyah serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rombongan disambut Camat Lengayang Alpriyendri, Wali Nagari Kambang Barat Syahril, bersama delapan wali nagari lainnya, pengurus masjid, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan jamaah.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Kambang Barat Syahril menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Tim Safari Ramadhan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan pemerintah kabupaten.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan sesuai kebutuhan nagari,” ujar Syahril.

Ia menjelaskan, Masjid Nurul Iman merupakan masjid yang baru selesai dibangun dan kini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Kampung Rangeh. Nagari Kambang Barat sendiri memiliki sekitar 10 ribu jiwa penduduk, sedangkan Kampung Rangeh dihuni lebih kurang 1.300 jiwa.

Syahril mengungkapkan, salah satu persoalan mendesak yang dihadapi warga ialah ancaman luapan Sungai Batang Lengayang saat hujan deras. Kondisi tersebut, katanya, telah menggerus bibir sungai dan mendekati pemukiman warga.

“Setiap hujan lebat, sungai meluap dan mengancam rumah warga. Kami berharap ada pengamanan tebing sungai agar masyarakat tidak lagi dihantui rasa cemas,” katanya.

Selain persoalan sungai, ia juga menyoroti bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, hampir setiap hari ada warga yang mengadu karena belum terdata sebagai penerima bantuan.

Baca Juga :  Bupati Hendrajoni Terima Penghargaan Anugerah Mitra Strategis dari UNP

“Hampir lima orang per hari datang mempertanyakan bansos. Kami berharap ada pendataan ulang oleh dinas terkait agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pessel yang tidak dapat hadir karena tugas di kementerian. Ia menegaskan kehadiran para kepala OPD bertujuan menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Pemerintah daerah hadir untuk mendengar dan mencari solusi. Aspirasi yang disampaikan malam ini akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkab Pessel saat ini fokus pada pemulihan pascabencana. Di Kecamatan Lengayang, terdapat 21 kepala keluarga yang menerima bantuan perbaikan rumah dari total 103 kepala keluarga di Pessel.

Terkait ancaman banjir, Syahrizal mengatakan pemerintah tengah melakukan normalisasi sejumlah sungai guna mengantisipasi luapan air yang membahayakan pemukiman warga.

“Keluhan masyarakat Kampung Rangeh menjadi perhatian kami. Pemerintah akan mengkaji langkah teknis agar pengamanan sungai dapat direalisasikan sesuai aturan dan kemampuan daerah,” katanya.

Selain infrastruktur, ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba yang mengancam generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen nagari untuk menjaga lingkungan sosial tetap aman, sehat, dan religius.

Syahrizal memaparkan, pada 2026 anggaran sebesar Rp7,9 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah di Kecamatan Lengayang, Rp10 miliar untuk sektor kesehatan, dan Rp5 miliar untuk sarana prasarana jalan. Anggaran tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program unggulan (Progul) 2025-2030 pemerintahan Hendrajoni dan Risnaldi Ibrahim.

“Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan dan partisipasi masyarakat. Mari kita perkuat kebersamaan dan nilai keislaman dalam membangun nagari,” ucapnya.

Baca Juga :  Dari Silaturahmi ke Prestasi, SMK Teknologi Lengayang Siapkan Generasi Unggul

Dalam kesempatan itu, Pemkab Pessel menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk Masjid Nurul Iman. Selain itu, Baznas Pessel menyalurkan Rp3 juta dan Bank Nagari Rp2 juta sebagai dukungan terhadap pembangunan dan kegiatan keagamaan.

Sementara itu, Ustad Sapta Kardeni dalam tausiyahnya mengangkat tema “Bagaimana Kabar Hati Anda”. Ia mengajak jamaah untuk merenungkan kondisi hati sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.

“Jika hati sehat, maka sikap dan perbuatan juga akan baik. Namun jika hati kotor, rencana sebesar apa pun akan sulit tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam Al Qur’an hati disebut sebagai qalbu, yang menjadi pusat niat dan akhlak manusia. Baik atau buruknya hati, menurutnya, tercermin dari perkataan dan tindakan sehari-hari.

Ustad Sapta Kardeni menyebut kebersihan hati dapat diuji dalam tiga keadaan. Pertama, saat membaca dan mendengarkan Al Qur’an. Kedua, saat menghadiri kajian Islam. Ketiga, saat beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan tanpa paksaan.

“Ibadah yang lahir dari hati yang bersih akan melahirkan kepedulian sosial. Dari masjid inilah kita membangun nagari, bukan hanya dengan anggaran, tetapi juga dengan hati yang jernih,” tuturnya.

Safari Ramadhan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun nagari yang aman, religius, dan sejahtera. (niks)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru