Pessel, Javanusa—Tim I Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengunjungi Masjid Nurul Iman Tanjung Bakalik, Kampung Rangeh, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Senin (2/3).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada pemerintah daerah.
Tim Safari Ramadhan dipimpin Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni. Turut hadir Ketua DPRD Pessel Darmansyah serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rombongan disambut Camat Lengayang Alpriyendri, Wali Nagari Kambang Barat Syahril, bersama delapan wali nagari lainnya, pengurus masjid, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan jamaah.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Kambang Barat Syahril menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Tim Safari Ramadhan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan pemerintah kabupaten.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan sesuai kebutuhan nagari,” ujar Syahril.
Ia menjelaskan, Masjid Nurul Iman merupakan masjid yang baru selesai dibangun dan kini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Kampung Rangeh. Nagari Kambang Barat sendiri memiliki sekitar 10 ribu jiwa penduduk, sedangkan Kampung Rangeh dihuni lebih kurang 1.300 jiwa.
Syahril mengungkapkan, salah satu persoalan mendesak yang dihadapi warga ialah ancaman luapan Sungai Batang Lengayang saat hujan deras. Kondisi tersebut, katanya, telah menggerus bibir sungai dan mendekati pemukiman warga.
“Setiap hujan lebat, sungai meluap dan mengancam rumah warga. Kami berharap ada pengamanan tebing sungai agar masyarakat tidak lagi dihantui rasa cemas,” katanya.
Selain persoalan sungai, ia juga menyoroti bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, hampir setiap hari ada warga yang mengadu karena belum terdata sebagai penerima bantuan.
“Hampir lima orang per hari datang mempertanyakan bansos. Kami berharap ada pendataan ulang oleh dinas terkait agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pessel yang tidak dapat hadir karena tugas di kementerian. Ia menegaskan kehadiran para kepala OPD bertujuan menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Pemerintah daerah hadir untuk mendengar dan mencari solusi. Aspirasi yang disampaikan malam ini akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Pessel saat ini fokus pada pemulihan pascabencana. Di Kecamatan Lengayang, terdapat 21 kepala keluarga yang menerima bantuan perbaikan rumah dari total 103 kepala keluarga di Pessel.
Terkait ancaman banjir, Syahrizal mengatakan pemerintah tengah melakukan normalisasi sejumlah sungai guna mengantisipasi luapan air yang membahayakan pemukiman warga.
“Keluhan masyarakat Kampung Rangeh menjadi perhatian kami. Pemerintah akan mengkaji langkah teknis agar pengamanan sungai dapat direalisasikan sesuai aturan dan kemampuan daerah,” katanya.
Selain infrastruktur, ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba yang mengancam generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen nagari untuk menjaga lingkungan sosial tetap aman, sehat, dan religius.
Syahrizal memaparkan, pada 2026 anggaran sebesar Rp7,9 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah di Kecamatan Lengayang, Rp10 miliar untuk sektor kesehatan, dan Rp5 miliar untuk sarana prasarana jalan. Anggaran tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program unggulan (Progul) 2025-2030 pemerintahan Hendrajoni dan Risnaldi Ibrahim.
“Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan dan partisipasi masyarakat. Mari kita perkuat kebersamaan dan nilai keislaman dalam membangun nagari,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Pessel menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk Masjid Nurul Iman. Selain itu, Baznas Pessel menyalurkan Rp3 juta dan Bank Nagari Rp2 juta sebagai dukungan terhadap pembangunan dan kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Ustad Sapta Kardeni dalam tausiyahnya mengangkat tema “Bagaimana Kabar Hati Anda”. Ia mengajak jamaah untuk merenungkan kondisi hati sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
“Jika hati sehat, maka sikap dan perbuatan juga akan baik. Namun jika hati kotor, rencana sebesar apa pun akan sulit tercapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan dalam Al Qur’an hati disebut sebagai qalbu, yang menjadi pusat niat dan akhlak manusia. Baik atau buruknya hati, menurutnya, tercermin dari perkataan dan tindakan sehari-hari.
Ustad Sapta Kardeni menyebut kebersihan hati dapat diuji dalam tiga keadaan. Pertama, saat membaca dan mendengarkan Al Qur’an. Kedua, saat menghadiri kajian Islam. Ketiga, saat beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan tanpa paksaan.
“Ibadah yang lahir dari hati yang bersih akan melahirkan kepedulian sosial. Dari masjid inilah kita membangun nagari, bukan hanya dengan anggaran, tetapi juga dengan hati yang jernih,” tuturnya.
Safari Ramadhan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun nagari yang aman, religius, dan sejahtera. (niks)






