Padang, Javanusa—Perubahan bentang alam terjadi di kawasan Pantai Parkit, Kota Padang, setelah banjir bandang pada akhir 2025. Sedimentasi material banjir membentuk daratan baru yang kini terlihat semakin luas di kawasan pesisir tersebut.
Fenomena ini menarik perhatian Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang meninjau langsung lokasi di Pantai Parkit, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Rabu (4/3/2026).
Menurut Mahyeldi, peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini kawasan pantai sekaligus memastikan tingkat keamanan bagi masyarakat yang mulai ramai berkunjung ke lokasi tersebut.
“Hari ini kita meninjau Pantai Parkit yang mengalami penambahan daratan akibat sedimentasi banjir bandang. Kita ingin memastikan kawasan ini aman untuk dikunjungi masyarakat,” kata Mahyeldi saat berada di lokasi.
Pantai Parkit berada tidak jauh dari kawasan kampus Universitas Negeri Padang. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut mulai menarik kunjungan warga, terutama pada sore hari.
Material pasir dan lumpur yang terbawa banjir mengendap di pesisir pantai dan membentuk hamparan daratan baru. Di beberapa titik juga terbentuk cekungan berisi air yang menyerupai danau kecil.
Mahyeldi menyebut kondisi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait aspek keamanan dan potensi pemanfaatannya di masa depan.
“Di sini terlihat ada pendangkalan yang membentuk semacam danau. Nanti akan kita lihat lagi, kita diskusikan dan kaji bersama apakah kawasan ini bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi turut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon. Mereka juga melihat sejumlah sisa material banjir yang masih berada di kawasan pantai, seperti kayu berukuran besar dan tumpukan sampah.
Salah seorang warga setempat menyebut kawasan pantai kini lebih ramai dikunjungi dibandingkan sebelumnya.
“Sebelumnya tidak banyak pengunjung yang datang ke sini. Sejak ada penambahan daratan, pengunjungnya semakin ramai,” kata warga tersebut.
Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan langkah pengelolaan kawasan tersebut. (*/adpsb)






