Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata terus memaksimalkan potensi alam dan budaya daerah.
Menyadari bahwa ketersediaan potensi besar tersebut harus senantiasa diiringi dengan manajemen yang profesional, Dinas Pariwisata secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Kota Padang Tahun 2026. Kegiatan strategis ini dibuka pada Kamis (16/4/2026) di Bagindo Aziz Chan Youth Center.
Pelatihan ini diagendakan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 April 2026, dan diikuti oleh 100 orang peserta. Para peserta yang hadir merupakan pilar penting di garis depan industri pariwisata kota, yang terdiri dari pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, hingga perwakilan instansi terkait.
Rangkaian kegiatan penyampaian teori dilaksanakan di Youth Center Padang, sementara untuk sesi praktik lapangan akan mengambil lokasi di kawasan Pantai Tiram pada hari ketiga.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani dalam sambutannya menekankan pengelolaan destinasi wisata di tingkat tapak masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.
Beberapa tantangan utama yang harus segera dibenahi meliputi belum meratanya kualitas pelayanan, kurangnya pemeliharaan fasilitas umum, serta perlunya penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan (stakeholders).
Oleh karena itu, kehadiran pelatihan ini menjadi langkah dan respons yang krusial untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan standardisasi manajemen destinasi pariwisata.
Melalui program komprehensif ini, pemerintah berharap para pengelola destinasi mampu merencanakan alur kunjungan dengan lebih tertata, mengimplementasikan standar pelayanan minimum atau keramahtamahan (hospitality), serta terampil dalam menyusun strategi pemasaran yang jitu.
Ekosistem pariwisata yang kelak terbentuk tidak hanya ditargetkan mampu memikat wisatawan dalam jumlah masif, tetapi juga dapat dikelola secara profesional untuk memberikan keuntungan ekonomi langsung bagi masyarakat lokal sembari terus menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Diko Riva Utama, memastikan para peserta akan menerima pembekalan materi yang sangat relevan dengan tuntutan pariwisata modern.
Rangkaian pembekalan tersebut mencakup Konsep Dasar Tata Kelola Destinasi, Standar Sarana dan Prasarana Wisata, Manajemen Pengalaman Wisatawan, hingga Digitalisasi dan Manajemen Reputasi Destinasi. Reputasi digital menjadi fokus vital agar identitas pariwisata Padang dapat terbangun secara positif dan teroptimasi di internet.
Selain itu, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat identitas kuliner lokal yang mengusung slogan Taste of Padang, peserta juga dibekali materi khusus mengenai Keberlanjutan dan Green Culinary.
Tujuannya agar pelaku pariwisata memiliki kapasitas dalam merangkai cerita latar (storytelling) yang kuat, sehingga para wisatawan tidak sekadar menikmati hidangan fisik, melainkan turut membawa pulang pengalaman dan cerita yang berkesan di hati.
Berbagai materi esensial ini disampaikan langsung oleh jajaran narasumber ahli, akademisi, dan praktisi pariwisata tepercaya, di antaranya Dr. Haris Satria, Yudi Indra Syani, Chintia Jailani, Fran Serano Andres, Dr. Yesi Puspita, Bhilu Pricilia, Awun, dan Ritno Kurniawan.
Seluruh pembiayaan pelatihan ini terealisasi dan difasilitasi melalui kucuran anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Padang, Muhammad Khalidi Al Khair.
Dana aspirasi tersebut disalurkan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Padang guna memastikan 100 pelaku pariwisata unggulan kota mampu meningkatkan kapasitas diri dan secara kolektif naik kelas. (*/red)






