Padang, Javanusa—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk tujuh kota di Sumatra Barat pada Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan data terbaru, sebagian besar wilayah di Sumbar diperkirakan mengalami kondisi udara kabur dan berawan sejak pagi hingga malam hari.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau lebih waspada, terutama bagi yang berencana melakukan perjalanan akhir pekan. Selain itu, kawasan dataran tinggi dan pegunungan diprediksi berpotensi diguyur hujan ringan sepanjang hari.
Cuaca Kota Padang
Di Padang, cuaca diperkirakan berada dalam kondisi kabut atau asap dengan suhu berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni 73 hingga 93 persen.
Cuaca Kota Solok
Sementara itu, Solok diprediksi mengalami udara kabur dengan suhu 21 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 65 sampai 98 persen.
Cuaca Kota Sawahlunto
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Sawahlunto. Kota tersebut akan diselimuti udara kabur dengan suhu udara berkisar 23 hingga 30 derajat Celsius dan kelembapan 61 hingga 98 persen.
Cuaca Kota Padang Panjang
Berbeda dengan daerah lainnya, Padang Panjang berpotensi mengalami hujan ringan. Suhu udara di wilayah ini diperkirakan berada di kisaran 20 hingga 26 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 99 persen.
Cuaca Kota Bukittinggi
Di Bukittinggi, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur dengan suhu antara 19 hingga 26 derajat Celsius dan kelembapan 61 hingga 96 persen.
Cuaca Kota Payakumbuh
Sedangkan Payakumbuh diprediksi berawan dengan suhu udara 21 hingga 30 derajat Celsius serta kelembapan 56 hingga 98 persen.
Cuaca Kota Pariaman
Untuk wilayah pesisir seperti Pariaman, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu relatif hangat, yakni 26 hingga 30 derajat Celsius dan kelembapan berkisar 74 hingga 94 persen.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca, terutama bagi pengendara dan warga yang beraktivitas di kawasan pegunungan maupun daerah dengan tingkat kelembapan tinggi guna mengantisipasi potensi hujan ringan dan jarak pandang terbatas akibat udara kabur. (*/red)






