Wagub Vasko Dorong Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Fadli Zon Sebut Sangat Layak karena Peran Besar bagi NKRI

Penulis -

Senin, 22 Juni 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy berdiskusi dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat Seminar Internasional peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026). (Foto: ADPSB)

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy berdiskusi dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat Seminar Internasional peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026). (Foto: ADPSB)

Bukittinggi, Javanusa—Usulan menjadikan Sumatera Barat sebagai daerah istimewa kembali mengemuka.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, secara terbuka menyampaikan gagasan tersebut kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam Seminar Internasional peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Vasko, Sumbar memiliki rekam jejak sejarah yang sangat kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia, terutama saat Bukittinggi menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa agresi militer Belanda.

Vasko Nilai Sumbar Pantas Menjadi Daerah Istimewa

Dalam forum yang juga dihadiri Duta Besar Belanda untuk Indonesia itu, Vasko menegaskan kontribusi masyarakat dan tokoh-tokoh Sumbar terhadap Republik Indonesia layak mendapat pengakuan yang lebih besar dari negara.

“Di depan Jam Gadang ini Pak Menteri, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa di Indonesia ini. Mari sama-sama kita kawal Pak Menteri,” ujar Vasko.

Ia menilai status daerah istimewa merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar Sumbar dalam menjaga keberlangsungan negara pada masa-masa kritis setelah kemerdekaan.

Menurutnya, sejarah mencatat Bukittinggi pernah memegang peranan penting ketika menjadi pusat pemerintahan nasional melalui PDRI.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu bukti nyata kontribusi daerah itu terhadap eksistensi Republik Indonesia.

“Kalau kita berbicara sejarah, kontribusi Sumatera Barat terhadap bangsa ini sangat besar. Bukittinggi bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan negara pada masa yang sangat menentukan bagi keberlangsungan Republik Indonesia,” katanya.

Vasko juga optimistis usulan tersebut dapat diperjuangkan jika seluruh elemen masyarakat Minangkabau, baik di daerah maupun di tingkat nasional, memiliki komitmen yang sama untuk mengawalnya.

Fadli Zon: Dasar Historis Sumbar Sangat Kuat

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan dukungannya. Namun, ia menekankan gagasan itu harus dikawal secara serius melalui proses yang matang.

Baca Juga :  Menpar Intensifkan Visitasi 165 Destinasi Wisata Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Menurut Fadli, tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki posisi historis seperti Bukittinggi yang pernah menjadi pusat pemerintahan negara.

“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan keberadaan PDRI di Bukittinggi menjadi salah satu momentum paling menentukan dalam sejarah Indonesia.

Saat itu, pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara berhasil menjaga keberlangsungan Republik Indonesia di tengah tekanan agresi militer Belanda.

“Bukittinggi menjadi ibu kota pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Itu masa yang sangat krusial dan sangat menentukan. Kalau tidak ada PDRI, tidak mungkin akan ada NKRI,” tegasnya.

Seminar 100 Tahun Jam Gadang Angkat Sejarah dan Diplomasi

Seminar internasional tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi.

Selain membahas hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda, kegiatan itu juga menyoroti sejarah, kebudayaan, serta kontribusi Bukittinggi dan Sumatera Barat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman publik terhadap peran strategis Sumbar dalam berbagai fase penting sejarah nasional. (*/red)

Berita Terkait

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat
Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB