Javanusa.com—Hong Myungbo resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan setelah timnya tersingkir di fase grup Piala Dunia FIFA 2026.
Pelatih berusia 57 tahun itu menyatakan siap memikul seluruh tanggung jawab atas kegagalan Taegeuk Warriors melangkah ke babak berikutnya.
Keputusan tersebut disampaikan Hong sehari setelah Korea Selatan dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Padahal, Korea Selatan memulai turnamen dengan hasil positif setelah mengalahkan Ceko 2-1. Namun, dua kekalahan beruntun dengan skor identik 1-0 dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat peluang mereka menipis.
Situasi semakin sulit karena nasib Korea Selatan tidak lagi berada di tangan sendiri saat fase grup berakhir pada 27 Juni.
Hong Myungbo, yang menangani tim sejak 2024, mengakui dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil mengecewakan tersebut. Kegagalan itu terasa semakin berat karena Korea Selatan sebelumnya tampil impresif sepanjang babak kualifikasi tanpa menelan satu pun kekalahan.
Sampaikan Permintaan Maaf kepada Suporter
Dalam konferensi pers, Hong menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Korea yang selama ini memberikan dukungan kepada tim nasional.
“Kepada seluruh masyarakat Korea yang mencintai dan selalu mendukung tim nasional kami, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Hari ini, saya ingin mengumumkan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional,” ujar Hong.
Ia mengakui keputusan menerima jabatan pelatih bukan hal yang mudah. Namun setelah dipercaya memimpin tim nasional, ia bertekad menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga akhir.
“Bukan keputusan yang mudah bagi saya untuk menerima jabatan ini. Namun setelah saya menerimanya, saya tidak memikirkan hal lain selain bertanggung jawab hingga detik terakhir. Saya percaya itulah satu-satunya cara saya dapat menjalankan tugas ini,” katanya.
Tetap Dukung Masa Depan Sepak Bola Korea
Hong menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan hasil buruk yang diraih timnya di Piala Dunia 2026. Menurutnya, seorang pelatih harus siap menerima konsekuensi ketika target tidak tercapai.
“Sebagai pelatih kepala, tidak ada penjelasan apa pun yang bisa mengesampingkan hasil akhir. Saya gagal memberikan hasil yang diharapkan masyarakat kami. Seluruh tanggung jawab berada di pundak saya.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf pelatih dan ofisial yang telah bekerja bersama selama masa kepemimpinannya.
“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh staf pelatih dan ofisial yang telah bekerja bersama saya dengan satu tujuan yang sama. Hari ini saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional.”
Meski tidak lagi menjabat sebagai pelatih, Hong memastikan kecintaannya terhadap sepak bola Korea Selatan tidak akan berubah.
Ia berharap tim nasional mampu kembali bangkit dan memperoleh kepercayaan serta dukungan penuh dari masyarakat.
“Namun, kecintaan saya terhadap sepak bola Korea tidak akan berubah. Mulai sekarang saya akan mendukung tim nasional Republik Korea agar kembali mendapatkan kepercayaan dan cinta dari masyarakat,” ujarnya. (*/red)






