Javanusa.com—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi diguyur hujan ringan pada Kamis (2/7/2026).
Kondisi ini diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas maupun berkendara.
Lima Kota Diprediksi Diguyur Hujan Ringan
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh.
Sementara itu, Kota Sawahlunto diperkirakan berada dalam kondisi berawan. Adapun Kota Pariaman berpotensi mengalami udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang.
Cuaca yang didominasi hujan ringan berpotensi membuat sejumlah ruas jalan menjadi licin. Karena itu, pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum melakukan perjalanan.
Rincian Prakiraan Cuaca Tujuh Kota di Sumbar
Berikut prakiraan cuaca di tujuh kota besar di Sumatera Barat pada Kamis (2/7/2026):
- Padang: Hujan ringan, suhu 21–26 derajat Celsius, kelembapan 77–96 persen.
- Solok: Hujan ringan, suhu 20–26 derajat Celsius, kelembapan 71–97 persen.
- Sawahlunto: Berawan, suhu 23–29 derajat Celsius, kelembapan 65–99 persen.
- Padang Panjang: Hujan ringan, suhu 19–25 derajat Celsius, kelembapan 76–99 persen.
- Bukittinggi: Hujan ringan, suhu 18–23 derajat Celsius, kelembapan 76–99 persen.
- Payakumbuh: Hujan ringan, suhu 21–27 derajat Celsius, kelembapan 66–96 persen.
- Pariaman: Udara kabur, suhu 25–29 derajat Celsius, kelembapan 75–93 persen.
BMKG Ingatkan Potensi Kabut di Dataran Tinggi
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang melintasi kawasan Bukittinggi dan Padang Panjang agar lebih berhati-hati.
Suhu udara yang relatif rendah di wilayah dataran tinggi berpotensi memunculkan kabut tipis, terutama di jalur menanjak dan berkelok. Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi jika cuaca berubah sewaktu-waktu.
Pengguna jalan juga perlu mewaspadai genangan air dan permukaan jalan yang licin setelah hujan turun.
BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Informasi tersebut penting sebagai acuan bagi nelayan, pelaku transportasi, serta masyarakat yang akan melakukan perjalanan di wilayah Sumatera Barat karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat. (*/red)






