Javanusa.com—Banyak wanita merasa kecewa ketika pasangan langsung tertidur setelah berhubungan intim.
Tidak sedikit yang menganggap kebiasaan tersebut sebagai tanda berkurangnya rasa cinta.
Padahal, kondisi itu merupakan respons biologis tubuh yang berkaitan dengan perubahan hormon setelah orgasme.
Kebiasaan pria yang cepat tertidur usai bercinta ternyata memiliki penjelasan medis.
Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh hilangnya rasa sayang kepada pasangan, melainkan merupakan reaksi alami tubuh setelah mencapai orgasme.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur seseorang cenderung lebih baik setelah melakukan hubungan intim yang diakhiri dengan orgasme dibandingkan aktivitas seksual tanpa orgasme.
Saat orgasme terjadi, tubuh melepaskan hormon oksitosin dan prolaktin. Pada saat yang sama, produksi hormon kortisol atau hormon stres ikut menurun.
Oksitosin memberikan efek menenangkan sekaligus membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Sementara itu, prolaktin berperan dalam memunculkan rasa lelah. Kombinasi kedua hormon tersebut membuat tubuh lebih mudah mengantuk dan tertidur.
Penurunan kadar kortisol juga membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga tidur terasa lebih nyenyak.
Wanita Juga Bisa Mengantuk Setelah Orgasme
Rasa kantuk setelah orgasme sebenarnya tidak hanya dialami pria. Wanita juga dapat mengalami hal serupa karena perubahan hormon yang sama.
Namun, pria umumnya lebih cepat mencapai orgasme dibandingkan wanita. Kondisi inilah yang membuat pria lebih sering terlihat langsung tertidur setelah berhubungan intim.
Sebaliknya, wanita sering membutuhkan rangsangan yang lebih kompleks untuk mencapai orgasme. Posisi klitoris yang tidak berada di dalam vagina membuat sebagian wanita sulit mencapai orgasme hanya melalui penetrasi.
Selain itu, kurangnya pelumas alami saat berhubungan intim dapat menimbulkan rasa nyeri yang menghambat kepuasan seksual.
Faktor psikologis seperti stres maupun rasa kurang percaya diri juga dapat memengaruhi kemampuan wanita mencapai orgasme, bahkan pada pasangan yang telah lama menikah.
Cara Menghadapi Pasangan yang Langsung Tidur Setelah Bercinta
Memahami bahwa rasa kantuk merupakan respons alami tubuh dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dalam hubungan. Karena itu, sebaiknya hindari langsung menyimpulkan bahwa pasangan sudah tidak mencintai Anda.
Jika kebiasaan tersebut membuat Anda merasa diabaikan, sampaikan perasaan itu secara terbuka dan tenang kepada pasangan. Komunikasi yang baik akan membantu menemukan solusi tanpa memicu konflik.
Agar pasangan tidak langsung tertidur, Anda juga bisa mengajak membersihkan tubuh dan organ intim bersama setelah berhubungan intim.
Selain membantu mengurangi rasa kantuk, kebiasaan ini bermanfaat menjaga kebersihan sekaligus menurunkan risiko infeksi.
Sesudahnya, minta pasangan meluangkan waktu beberapa menit untuk berpelukan, berciuman, atau memberikan sentuhan hangat sebelum tidur.
Bentuk perhatian sederhana tersebut dapat memperkuat kedekatan emosional dan membuat kedua pasangan merasa lebih dihargai.
Apabila masalah dalam kehidupan seksual terus berlanjut dan sulit diselesaikan berdua, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat untuk memperoleh solusi sesuai kondisi masing-masing. (*/red)






