Pemko Padang Ajak Warga Isi Survei Indeks Harmoni Indonesia 2026, Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan Inklusif

Penulis -

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah. (Foto: Pemko Padang)

Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak masyarakat yang menjadi sasaran survei segera berpartisipasi dalam Survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026.

Partisipasi masyarakat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berbasis Evidence-Based Data (EBD).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah, menyampaikan pengukuran Indeks Harmoni Indonesia merupakan program nasional yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Survei Ukur Empat Aspek Keharmonisan

Survei Indeks Harmoni Indonesia mengukur empat aspek utama. Aspek ekonomi memiliki bobot 30 persen, keberagaman 25 persen, sosial 23 persen, dan budaya 22 persen.

Hasil pengukuran tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang semakin tepat sasaran. Selain itu, hasil survei juga diharapkan mampu memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pemerintah pusat menetapkan target sebanyak 1.250 responden yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Responden meliputi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, kelompok tani, buruh, hingga berbagai komunitas lainnya.

Responden Kota Padang Lampaui Target

Antusiasme masyarakat Kota Padang terhadap survei ini cukup tinggi. Hingga 6 Juli 2026, jumlah responden yang telah mengisi survei mencapai 8.151 orang atau jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Meski demikian, Kesbangpol Kota Padang tetap mendorong seluruh unsur masyarakat yang menjadi sasaran survei untuk berpartisipasi sehingga keterwakilan responden semakin lengkap.

Kesbangpol Kota Padang mengingatkan bahwa pengisian Survei Indeks Harmoni Indonesia masih berlangsung hingga 17 Juli 2026. Masyarakat yang menjadi responden dapat mengakses kuesioner secara daring melalui laman https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihai.

Baca Juga :  Pj. Sekda Padang Hadiri Peresmian Nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi 

Melalui partisipasi aktif masyarakat, Pemko Padang berharap hasil pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 mampu mencerminkan kondisi keharmonisan Kota Padang secara utuh.

Hasil tersebut juga diharapkan mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Syahendri: Keterwakilan Responden Sangat Penting

Kepala Badan Kesbangpol Padang, Syahendri Barkah, mengatakan Indeks Harmoni Indonesia menggambarkan pelaksanaan pembangunan daerah dari sisi sosial, ekonomi, budaya, dan keberagaman.

“Indeks Harmoni Indonesia menggambarkan bagaimana pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dari sisi sosial, ekonomi, budaya, serta keberagaman. Melalui survei ini, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh program pembangunan telah melibatkan semua unsur masyarakat tanpa membedakan suku, agama, etnis, maupun golongan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa target responden berasal dari berbagai kalangan agar hasil survei benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat secara menyeluruh.

“Target responden berasal dari berbagai kalangan agar hasil survei benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, kami mengajak seluruh responden yang menjadi sasaran agar segera meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner Indeks Harmoni Indonesia sebelum batas waktu pengisian berakhir,” katanya.

Syahendri menegaskan kualitas data menjadi tujuan utama pelaksanaan survei, bukan sekadar mengejar jumlah responden.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah responden, tetapi keterwakilan seluruh unsur masyarakat. Semakin banyak elemen masyarakat yang berpartisipasi, semakin akurat pula gambaran tingkat harmoni di Kota Padang sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan,” tuturnya. (*/red)

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru