Tubuh Lelah Setelah Seharian Bekerja? Coba 8 Gerakan Peregangan Ini

Penulis -

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita sedang melakukan peregangan. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita sedang melakukan peregangan. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Setelah seharian bekerja, banyak orang merasakan tubuh pegal, pikiran penat, dan suasana hati menurun.

Kondisi ini tidak hanya mengurangi produktivitas, tetapi juga membuat waktu bersama keluarga terasa kurang berkualitas.

Salah satu cara sederhana untuk memulihkan energi tanpa bergantung pada kopi adalah melakukan peregangan ringan selama 10–15 menit.

Rasa lelah yang muncul menjelang malam sering kali dipicu oleh duduk terlalu lama, tekanan pekerjaan, atau aktivitas fisik yang padat. Kondisi tersebut menyebabkan otot menegang sekaligus meningkatkan tingkat stres.

Mengutip physiotherapieuniverselle.com, aktivitas fisik ringan seperti peregangan mampu merangsang pelepasan hormon endorfin.

Hormon ini berperan sebagai pereda stres alami sekaligus membantu tubuh menjadi lebih rileks sebelum waktu istirahat.

Selain memperbaiki suasana hati, peregangan sore juga dapat mengurangi kekakuan otot, meningkatkan fleksibilitas tubuh, dan membantu tidur lebih nyenyak. Rutinitas ini cukup dilakukan sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari agar manfaatnya terasa lebih optimal.

Peregangan Leher dan Bahu untuk Mengurangi Ketegangan

Leher dan bahu menjadi bagian tubuh yang paling sering mengalami ketegangan akibat bekerja di depan komputer atau mempertahankan posisi duduk dalam waktu lama.

Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat memicu sakit kepala hingga nyeri pada punggung atas. Berikut beberapa gerakan sederhana yang dapat dilakukan.

1. Neck Tilt

Miringkan kepala ke arah bahu kanan hingga terasa tarikan pada sisi kiri leher. Tahan sekitar 15 detik, kemudian ulangi ke sisi sebaliknya.

Gerakan ini membantu mengurangi ketegangan otot leher sekaligus memperlancar aliran oksigen menuju kepala. Pastikan bahu tetap rileks selama melakukan peregangan.

2. Shoulder Roll

Putar kedua bahu ke arah belakang membentuk lingkaran besar sebanyak sepuluh kali.

Baca Juga :  7 Ciri Orang yang Haus Validasi dan Selalu Ingin Dipuji, Kenali Tandanya

Latihan sederhana ini membantu melemaskan otot bahu dan membuka rongga dada sehingga pernapasan terasa lebih lega.

3. Chest Opener

Berdirilah di ambang pintu, letakkan kedua lengan pada kusen, lalu dorong tubuh perlahan ke depan.

Peregangan ini membantu memperbaiki postur tubuh setelah terlalu lama membungkuk saat bekerja. Selain itu, dada terasa lebih terbuka sehingga napas menjadi lebih nyaman.

4. Seated Spinal Twist

Duduk tegak, kemudian putar tubuh bagian atas ke kanan atau kiri sambil memegang sandaran kursi.

Gerakan ini membantu meregangkan tulang belakang sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh setelah beraktivitas seharian.

Peregangan Pinggang dan Kaki agar Tubuh Kembali Ringan

Tidak hanya bagian atas tubuh, area pinggang dan kaki juga membutuhkan peregangan setelah berjam-jam duduk atau berdiri. Gerakan berikut membantu mengurangi rasa pegal sekaligus membuat tubuh kembali bertenaga.

1. Forward Fold

Berdiri dengan posisi kaki selebar bahu, lalu bungkukkan badan secara perlahan hingga tangan mengarah ke lantai.

Biarkan gravitasi membantu meregangkan otot punggung, paha belakang, hingga betis.

2. Hip Flexor Stretch

Posisikan tubuh berlutut dengan satu kaki berada di depan, kemudian dorong panggul perlahan ke arah depan.

Latihan ini efektif mengurangi kekakuan pada pinggul akibat terlalu lama duduk di kursi kerja.

3. Quad Stretch

Tekuk satu kaki ke belakang lalu pegang menggunakan tangan hingga terasa tarikan pada paha depan.

Jika kesulitan menjaga keseimbangan, gunakan dinding sebagai penyangga.

4. Ankle Circle

Putar pergelangan kaki searah jarum jam, kemudian lakukan ke arah sebaliknya.

Walau sederhana, gerakan ini membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus mengurangi sensasi kesemutan atau pembengkakan ringan pada kaki.

Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Saat Tubuh Lelah

Peregangan akan memberikan manfaat lebih maksimal apabila disertai kebiasaan yang mendukung proses pemulihan tubuh. Sebaliknya, beberapa aktivitas justru dapat memperpanjang rasa lelah. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dikurangi.

Baca Juga :  Gunung Marapi Kembali Meletus! Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
1. Doomscrolling setelah jam kerja

Menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar membuat otak tetap aktif. Paparan cahaya biru juga dapat mengganggu kualitas tidur.

2. Minum kopi berlebihan pada sore hari

Kafein memang memberi energi sesaat, tetapi konsumsi berlebihan menjelang malam berpotensi mengganggu pola tidur sehingga tubuh tidak pulih secara optimal.

3. Terus membahas pekerjaan

Membicarakan persoalan kantor tanpa henti dapat mempertahankan tingkat stres. Sebaiknya alihkan perhatian pada aktivitas santai atau percakapan yang lebih menyenangkan.

4. Memaksakan semua pekerjaan rumah selesai sekaligus

Saat energi menurun, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Membagi pekerjaan secara bertahap akan membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang.

Melakukan peregangan secara rutin hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi manfaatnya dapat dirasakan sepanjang malam.

Jika dipadukan dengan kebiasaan hidup yang lebih sehat, tubuh menjadi lebih rileks, pikiran lebih segar, dan suasana hati pun kembali membaik. (*/red)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru