Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya kualitas udara di Kota Padang yang diduga dipengaruhi oleh asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan imbauan tersebut sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Hendri juga meminta masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak sehat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat asap Karhutla. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Hendri Zulviton.
Menurut Hendri, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara menurun. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia perlu mendapat perhatian lebih.
Hindari Aktivitas yang Memperburuk Kualitas Udara
Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, BPBD Padang mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Karena pembakaran sampah maupun lahan dapat memperburuk kondisi udara.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap tebal, atau kebakaran di lingkungan sekitar.
Warga dapat menyampaikan laporan atau meminta bantuan melalui sejumlah saluran berikut:
-
- Call Center Padang Sigap: 112
- BPBD Kota Padang: (0751) 778775
- WhatsApp BPBD Kota Padang: 0858-9152-2181
- Dinas Damkar Padang: 0811-6606-113
Hendri berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko Karhutla. Keterlibatan warga dinilai penting untuk menekan dampak kebakaran terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Lindungi lingkungan, selamatkan masyarakat, dan cegah kebakaran sejak dini,” pesannya. (*)






