Javanusa.com—Lemon memiliki kandungan air yang tinggi dan sejumlah zat gizi penting. Berdasarkan data Panganku, setiap 100 gram lemon mengandung 34 kilokalori dan 92,2 gram air.
Buah ini juga menyediakan 50 mg vitamin C, 23 mg kalsium, 140 mg kalium, serta 20 mg fosfor. Selain itu, terdapat natrium, zinc, vitamin B2, dan serat dalam jumlah tertentu.
Kandungan tersebut membuat lemon tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki komponen yang bersifat antioksidan, antiradang, dan berpotensi mendukung proses antiaging.
1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan
Salah satu manfaat lemon untuk kesehatan berkaitan dengan sistem pencernaan. Air lemon dapat membantu memperlancar buang air besar sehingga berpotensi mencegah sembelit.
Menurut Cleveland Clinic, kandungan asam dan pektin pada lemon dapat membantu proses penguraian makanan di dalam lambung.
Anda dapat mencampurkan perasan lemon dengan air hangat. Namun, konsumsi daging buahnya juga penting untuk memperoleh serat secara lebih optimal.
2. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Lemon dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Nutrisi ini berperan penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C juga membantu tubuh menghadapi paparan infeksi dan memiliki peran dalam berbagai proses fisiologis. Tubuh tidak mampu memproduksi vitamin C sendiri sehingga kebutuhan tersebut perlu dipenuhi melalui makanan.
3. Berpotensi menjaga kesehatan jantung
Konsumsi buah sitrus juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Vitamin C serta senyawa flavonoid dalam lemon berpotensi memberikan manfaat terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Studi dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity pada 2019 menyebut flavonoid buah sitrus, termasuk hesperidin dan diosmin, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Kadar kolesterol yang tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Karena itu, lemon dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang seimbang.
4. Membantu mencegah anemia defisiensi besi
Lemon mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat mengganggu produksi hemoglobin dan menyebabkan anemia defisiensi besi.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan tubuh terasa lemas.
Menariknya, manfaat lemon juga berasal dari vitamin C. Vitamin tersebut dapat membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan dengan lebih baik.
5. Membantu mengontrol asupan makanan
Air lemon sering digunakan sebagai bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan. Namun, belum ada bukti bahwa air lemon secara langsung mampu membakar lemak tubuh.
Minuman berbahan lemon dan air dapat membantu meningkatkan asupan cairan serta memberikan sensasi kenyang. Efek tersebut berpotensi membantu seseorang mengurangi keinginan makan secara berlebihan.
Karena itu, lemon sebaiknya tidak dianggap sebagai minuman pembakar lemak. Penurunan berat badan tetap membutuhkan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik.
6. Mendukung kesehatan tulang dan otot
Kalsium dan kalium menjadi dua mineral yang terdapat dalam lemon. Keduanya memiliki fungsi penting dalam menjaga berbagai proses tubuh.
Kalsium berperan dalam pemeliharaan tulang, sedangkan kalium dibutuhkan untuk fungsi otot dan keseimbangan cairan. Kalium juga berkaitan dengan pengaturan tekanan darah.
Meski demikian, jumlah mineral dalam lemon tidak cukup untuk menggantikan sumber utama kalsium dan kalium dalam pola makan sehari-hari.
7. Membantu menjaga kesehatan kulit
Vitamin C dalam lemon memiliki peran dalam pembentukan kolagen. Protein ini membantu mempertahankan struktur dan elastisitas kulit.
Selain vitamin C, kandungan air yang tinggi membuat lemon turut berkontribusi terhadap asupan cairan tubuh. Hidrasi yang cukup penting untuk mempertahankan kondisi kulit.
Namun, manfaat tersebut lebih tepat diperoleh melalui konsumsi sebagai bagian dari pola makan. Penggunaan perasan lemon secara langsung pada kulit justru dapat menimbulkan iritasi pada sebagian orang.
8. Berpotensi menurunkan risiko batu ginjal
Asam sitrat menjadi salah satu komponen lemon yang menarik perhatian dalam kaitannya dengan batu ginjal. Senyawa ini dapat membantu menghambat pembentukan kristal tertentu di saluran kemih.
Menurut Clinical Medicine pada 2022, rendahnya kadar sitrat dalam urine dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pembentukan batu ginjal.
Konsumsi lemon juga berpotensi meningkatkan kadar sitrat urine. Namun, lemon bukan pengobatan utama untuk batu ginjal dan penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Cara mengonsumsi lemon dengan lebih aman
Rasa asam yang kuat membuat sebagian orang memilih mencampurkan lemon dengan air. Anda dapat menggunakan air hangat, madu, atau buah lain untuk membuat minuman yang lebih mudah dikonsumsi.
Lemon juga dapat digunakan sebagai bahan infused water. Jika ingin memperoleh serat, konsumsi bagian buahnya dan jangan hanya mengandalkan air perasan.
Pada dasarnya, manfaat lemon untuk kesehatan akan lebih optimal jika buah tersebut menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Waspadai konsumsi lemon berlebihan
Lemon memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga konsumsi berlebihan dapat menimbulkan masalah pada sebagian orang. Air lemon juga berpotensi memperburuk keluhan sariawan atau gejala penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
Karena itu, orang yang sedang mengalami sariawan atau keluhan GERD sebaiknya membatasi konsumsi lemon. Jika muncul keluhan setelah mengonsumsinya, hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter. (*)






