Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, Teror Hantu Bolong Menguak Misteri 1965

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah. (Foto: Film Indonesia)

Poster Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah. (Foto: Film Indonesia)

Javanusa.com—Teror pembunuhan misterius mulai menghantui Desa Lobang Buaya jauh sebelum tragedi berdarah 30 September 1965.

Korban tewas dengan luka mengerikan, sementara pesan-pesan aneh pada tubuh mereka memicu ketakutan warga.

Kisah tersebut menjadi latar utama film horor Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah. Film garapan Hanung Bramantyo ini akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.

Film berdurasi 99 menit itu menghadirkan Baskara Mahendra sebagai Letnan Soegeng. Carissa Perusset memerankan Arum Wangi, istri baru sang letnan.

Selain keduanya, film ini turut menampilkan Iskak Khivano, Mathias Muchus, dan Anya Zen. Lembaga Sensor Film menetapkan film tersebut untuk penonton 17 tahun ke atas.

Pembunuhan Misterius Mengawali Teror

Cerita berlangsung sekitar setahun sebelum tragedi 30 September 1965. Saat itu, Desa Lobang Buaya menghadapi serangkaian pembunuhan yang sulit dijelaskan.

Para tokoh desa menjadi sasaran. Warga menemukan tubuh korban dengan punggung berlubang dan sayatan yang membentuk sejumlah kata.

Beberapa tulisan tersebut berbunyi “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”. Temuan itu membuat pembunuhan terlihat seperti bagian dari pesan tertentu.

Ketakutan pun semakin meluas. Isu mengenai sosok Hantu Bolong mulai beredar di tengah masyarakat.

Letnan Soegeng Memburu Dalang Teror

Situasi desa semakin rumit ketika ketegangan politik mulai terasa. Aparat kemudian menugaskan Letnan Soegeng untuk mencari pelaku di balik rangkaian pembunuhan.

Soegeng menghadapi masyarakat yang mulai terpecah oleh rasa takut. Ia juga harus mencari hubungan antara korban, pesan misterius, dan kemunculan Hantu Bolong.

Di tengah penyelidikan itu, masalah lain muncul di rumahnya. Arum Wangi mengalami gangguan dari sosok perempuan yang terus menuntut agar tubuhnya dikembalikan.

Teror tersebut tidak berhenti pada kemunculan sosok gaib. Arwah itu juga memanggil Arum dengan sebutan Ronggeng.

Baca Juga :  Abbydzar Buka Bab Baru Lewat “Chapter 1: The Beginning”, Kisah Cinta dan Proses Menemukan Diri
Teror Arwah Berkaitan dengan Ritual Gelap

Temuan Soegeng perlahan mengubah arah penyelidikannya. Ia mulai melihat hubungan antara gangguan yang dialami Arum dan pembunuhan di desa.

Keduanya ternyata mengarah pada sebuah ritual gelap. Ritual tersebut sengaja dirancang untuk menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat.

Semakin jauh Soegeng mencari jawaban, semakin besar pula ancaman yang ia hadapi. Ia akhirnya menyadari bahwa rangkaian pembunuhan itu bukan sekadar teror di sebuah desa.

Misteri Lobang Buaya Menuju Tragedi Nasional

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menghubungkan misteri pembunuhan dan teror supernatural dengan gejolak sejarah Indonesia menjelang 1965.

Dalam cerita, berbagai peristiwa di desa tersebut menjadi bagian dari rangkaian yang mengarah pada tragedi nasional. Soegeng harus menghentikan teror sebelum semuanya terlambat.

Jika gagal, Lobang Buaya akan menjadi saksi awal menuju salah satu bab paling kelam dalam sejarah Indonesia. Film ini memadukan horor, misteri, dan latar sejarah dalam satu cerita. (*)

Sumber:

Berita Terkait

Neona Rilis Lagu Fokus, Ajak Perempuan Berani Ungkapkan Perasaan Cinta
Alee Rilis Single Apa Kabarmu?, Angkat Rindu yang Kembali Setelah Perpisahan
BLINGOUTKID Rilis Single Freak Like Me, Kisah Keberanian Menjadi Diri Sendiri
satchi! Rilis All the Almost, Lagu Indie-Folk tentang Cinta yang Tak Kunjung Terungkap
Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA
Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa
Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung
Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:42 WIB

BMKG Minangkabau: Waspada Hujan Lebat di Pesisir Selatan dan Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 7 Oktober: Hujan Lebat Berpotensi Meluas hingga Malam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 6 Oktober 2026: Pasaman Barat, Agam dan Pasaman Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 4 Oktober 2026: Pesisir Selatan Waspada Hujan Sangat Lebat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 3 Oktober 2026, Agam Siaga Hujan Lebat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar 3-6 Oktober 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Berita Terbaru