MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri upacara pembukaan MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB, Minggu (11/10/2026). (Foto: Kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri upacara pembukaan MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB, Minggu (11/10/2026). (Foto: Kemenpar)

Mandalika, Javanusa—MotoGP Mandalika 2026 mencatat lebih dari 150 ribu pengunjung dengan potensi dampak ekonomi mencapai Rp5 triliun.

Capaian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menunjukkan besarnya potensi wisata olahraga dalam mendorong kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi daerah.

Widiyanti menyampaikan hal tersebut saat menghadiri upacara pembukaan MotoGP Mandalika 2026 bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Acara berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026).

“MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap kelas dunia ini tentu tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara ITDC (InJourney Tourism Development Corporation), MGPA (Mandalika Grand Prix Association), pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, industri, serta pemilik lisensi Dorna Sports,” kata Widiyanti.

MotoGP Mandalika 2026 Catat Rekor Pengunjung

Selama empat tahun penyelenggaraannya, MotoGP Mandalika menunjukkan perkembangan positif. Jumlah penonton terus meningkat, seiring dengan bertambahnya perhatian masyarakat internasional terhadap ajang balap motor tersebut.

Pada 2026, jumlah pengunjung Pertamina Grand Prix of Indonesia menembus lebih dari 150 ribu orang. Direktur Utama InJourney Maya Watono dan Gubernur NTB menyebut potensi efek pengganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

Angka tersebut memperlihatkan peran MotoGP Mandalika dalam menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Ajang ini juga menunjukkan kemampuan Indonesia menyelenggarakan kompetisi olahraga internasional sekaligus mempromosikan destinasi wisata kepada pasar global.

Dampak Ekonomi Menjangkau Hotel hingga UMKM

Manfaat ekonomi MotoGP Mandalika tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung. Berbagai sektor usaha, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), turut memperoleh peluang dari meningkatnya aktivitas wisatawan.

Baca Juga :  Pasar Pabukoan Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Pedagang Kecil

Kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terhadap penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya memperkirakan dampak ekonomi nasional mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Widiyanti menjelaskan, peningkatan aktivitas wisatawan turut mendorong tingkat hunian hotel, jumlah penumpang transportasi udara, dan omzet pelaku UMKM. Tingkat okupansi hotel bahkan mencapai 100 persen di kawasan Mandalika serta 90 persen di Lombok Tengah dan Kota Mataram.

“Efek pengganda atau multiplier effect yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM,” ucap Menpar.

Menurut Widiyanti, manfaat tersebut membuktikan bahwa ajang olahraga internasional dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Masyarakat di sekitar destinasi juga berpeluang menikmati peningkatan permintaan terhadap produk dan jasa lokal.

Kemenpar Dorong Pengembangan Sport Tourism Berkelanjutan

Pemerintah ingin memastikan manfaat MotoGP Mandalika tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha perlu berlanjut agar dampak ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Widiyanti menjelaskan, wisata olahraga telah berkembang menjadi industri global yang menghubungkan sektor olahraga, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif. Berbagai kompetisi internasional mampu menarik wisatawan yang datang untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menjelajahi destinasi tuan rumah.

Kementerian Pariwisata pun berkomitmen mendukung pengembangan sport tourism sebagai salah satu sektor potensial untuk meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kedua kementerian mendorong optimalisasi potensi wisata olahraga, peningkatan kualitas penyelenggaraan ajang internasional, serta perluasan manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat.

Baca Juga :  Kemenpar Perkuat Pasar Wisata Premium Domestik Lewat Luxury Business Networking

Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi internasional, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang berkualitas, memiliki karakter, dan berkelanjutan.

“Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik,” kata Widiyanti.

Keberhasilan MotoGP Mandalika 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat wisata olahraga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi daerah. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan agar peningkatan kunjungan wisatawan turut membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat lokal. (*)

Berita Terkait

Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:04 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Selasa, 29 September 2026 - 14:11 WIB

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan

Kamis, 24 September 2026 - 19:03 WIB

WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Kamis, 24 September 2026 - 17:23 WIB

Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WIB

Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026

Senin, 21 September 2026 - 19:20 WIB

47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan

Berita Terbaru