Jakarta, Javanusa—Kembalinya penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal Tiongkok.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai konektivitas udara tersebut dapat mempermudah perjalanan wisatawan sekaligus memperluas akses menuju berbagai destinasi unggulan di Tanah Air.
Penerbangan Shenzhen Airlines kembali melayani rute tersebut dengan kedatangan perdana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (20/10/2026). Pengoperasian kembali rute ini juga memperkuat akses perjalanan antara Tiongkok dan Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyambut positif langkah tersebut. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026), ia menyebut pembukaan kembali rute ini sebagai perkembangan yang telah lama dinantikan industri pariwisata.
“Kehadiran dan pengoperasian kembali penerbangan ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kami berharap, beroperasinya kembali rute ini dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Ni Made Ayu Marthini.
Kunjungan Wisatawan Tiongkok Tumbuh 16,46 Persen
Potensi pasar Tiongkok menjadi salah satu alasan penting bagi penguatan konektivitas udara kedua negara. Data Kemenpar mencatat, kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 1.054.007 kunjungan selama Januari–Agustus 2026.
Angka tersebut meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika Indonesia mencatat 905.002 kunjungan wisatawan dari negara tersebut.
Pertumbuhan ini menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk memperluas pemasaran pariwisata ke pasar Tiongkok. Pemerintah juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, turut menyambut kedatangan penerbangan perdana Shenzhen Airlines. Ia optimistis pasar wisatawan Tiongkok masih memiliki prospek positif bagi pariwisata nasional.
“Ini peluang strategis yang akan kami manfaatkan untuk memaksimalkan momentum positif tersebut dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke depan,” ujar Yulia.
Jadwal Penerbangan Shenzhen–Jakarta
Shenzhen Airlines mengoperasikan penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta menggunakan nomor penerbangan ZH161. Pesawat tersebut memiliki kapasitas 162 kursi.
Pada penerbangan perdana, pesawat berangkat dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen (SZX) pada Senin (19/10/2026) pukul 20.55 waktu setempat atau UTC+8. Pesawat kemudian tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Selasa (20/10/2026) pukul 00.55 WIB.
Untuk perjalanan dari Jakarta menuju Shenzhen, maskapai menggunakan nomor penerbangan ZH162. Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 01.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Shenzhen pukul 08.05 waktu setempat.
Rute Shenzhen–Jakarta beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Sementara itu, penerbangan dari Jakarta menuju Shenzhen dijadwalkan berlangsung setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari.
Jadwal tersebut memberikan alternatif perjalanan langsung bagi wisatawan tanpa perlu transit. Kemudahan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia di pasar internasional.
Jakarta Jadi Pintu Masuk Wisatawan Tiongkok
Yulia menjelaskan bahwa Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia, selain Bali. Karena itu, penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta berpotensi memperluas pilihan rute perjalanan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Indonesia.
Wisatawan dapat memanfaatkan Jakarta sebagai titik awal perjalanan sebelum melanjutkan kunjungan ke berbagai daerah. Pilihan akses yang lebih beragam juga diharapkan meningkatkan fleksibilitas dalam menyusun perjalanan wisata.
Selain mendukung mobilitas penumpang, konektivitas baru ini membuka peluang ekonomi bagi industri pariwisata nasional. Sektor akomodasi, transportasi, perjalanan wisata, serta layanan pendukung lainnya berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan kunjungan wisatawan.
Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa penerbangan langsung berperan penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. Akses perjalanan yang lebih mudah dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membantu destinasi dan pelaku industri menjangkau pasar internasional.
Kemenpar berharap pengoperasian kembali rute Shenzhen–Jakarta dapat mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara secara berkelanjutan. Pemerintah juga akan memanfaatkan perkembangan ini untuk memperkuat pemasaran pariwisata Indonesia di pasar Tiongkok. (*)






