BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Penulis -

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat efisiensi anggaran Rp44 triliun dalam pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di bawah kepemimpinan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, BGN mengarahkan transformasi MBG 2.0 pada pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola, pengawasan keamanan pangan, dan transparansi anggaran.

Dalam 100 hari kerja, BGN juga memverifikasi lebih dari 58 juta penerima manfaat dan 26.723 dapur dari total 27.485 dapur.

Pembenahan ini bertujuan memastikan program berjalan berdasarkan data terverifikasi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, perubahan sistem menjadi langkah penting untuk mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Ia juga menolak praktik percaloan dan pengadaan bermasalah dalam pengelolaan MBG.

“Tidak ada titip-titip proyek MBG. Kami juga akan memberantas yayasan calo dan menghentikan pengadaan yang bermasalah,” ujar Mas Dar, Kamis (29/10).

BGN Perketat Tata Kelola dan Pengawasan MBG

BGN menetapkan tiga prioritas dalam transformasi MBG 2.0, yakni pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola dan pengawasan, serta transparansi dan kolaborasi.

Untuk mendukung langkah tersebut, BGN memperbarui perjanjian kerja sama dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lembaga ini juga memperkuat verifikasi data dan pemantauan alur kerja melalui sistem digital.

“Data harus terverifikasi dan yang fiktif harus dicoret. Alur kerja juga harus bisa dimonitor melalui sistem digital,” jelas Mas Dar.

Melalui sistem tersebut, BGN berupaya memastikan setiap proses penyelenggaraan MBG dapat dipantau. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mencegah data fiktif dan penyalahgunaan anggaran.

Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp44 Triliun

BGN merinci efisiensi Rp44 triliun dari empat sumber. Komponen terbesar berasal dari efisiensi anggaran BGN sebesar Rp38 triliun.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Gastronomi, Pemko Padang Edukasi 50 Pelaku Usaha tentang Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal

Selain itu, BGN mencatat efisiensi insentif yayasan sebesar Rp2,5 triliun dan dana operasional dapur sebesar Rp3 triliun. Pengembalian saldo virtual account fiktif turut menyumbang sekitar Rp500 miliar.

Mas Dar mengatakan, langkah tersebut bertujuan menyelamatkan uang negara agar penggunaannya lebih tepat sasaran. BGN juga mengembalikan insentif yayasan menjadi Rp2.000 per porsi.

Selain itu, BGN menghentikan pencairan dana bagi dapur yang tidak melaporkan penggunaan anggaran harian.

“Uang rakyat yang tidak tepat sasaran harus kita selamatkan. Dapur yang tidak melaporkan penggunaan dana harian akan dihentikan pencairan dananya,” tegasnya.

BGN menyebut realisasi anggaran tahun 2026 mencapai Rp165 triliun. Lembaga tersebut juga menyatakan telah mengembalikan Rp44 triliun uang negara ke kas negara.

Keamanan Pangan Menjadi Prioritas MBG 2.0

Selain efisiensi anggaran, BGN memperkuat pengawasan keamanan pangan dari pengadaan bahan baku hingga makanan diterima penerima manfaat.

Pengawasan tersebut mencakup kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penggunaan juru masak berpengalaman, inspeksi mendadak, dan apel harian.

BGN juga memperkuat pemantauan melalui CCTV yang terhubung ke pusat dengan dukungan deteksi berbasis kecerdasan buatan.

BGN menegaskan akan mengambil tindakan terhadap pelanggaran standar keamanan pangan.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko yang dapat membahayakan penerima manfaat.

“Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak pun masih terlalu banyak,” kata Mas Dar.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan pada setiap tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari pengadaan hingga distribusi makanan.

Puluhan Juta Penerima Manfaat Telah Terverifikasi

Dalam laporan 100 hari kerja, BGN mencatat sejumlah capaian operasional Program Makan Bergizi Gratis.

Data tersebut mencakup penerima manfaat, dapur, tenaga kerja, dan pemasok bahan pangan.

Berikut rincian capaian yang disampaikan BGN:

  • Penerima manfaat terverifikasi: lebih dari 58 juta orang.
  • Dapur terverifikasi: 26.723 dari total 27.485 dapur.
  • Tenaga kerja aktif: 1,03 juta orang.
  • Pemasok lokal: 80.315 pemasok.
  • Porsi UMKM dalam pemasok lokal: 82,83 persen.
  • Realisasi anggaran 2026: Rp165 triliun.
  • Efisiensi yang dilaporkan: Rp44 triliun.
Baca Juga :  BGN Pastikan Penutupan 833 SPPG Tak Ganggu Penyaluran MBG

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan MBG. BGN menempatkan verifikasi data dan pengawasan sebagai dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Radar MBG dan LokaMBG Dukung Transparansi

BGN juga memperluas kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Upaya ini bertujuan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program di berbagai wilayah.

Untuk meningkatkan keterbukaan informasi, BGN mengembangkan Radar MBG yang memungkinkan masyarakat melihat menu harian.

Platform ini diharapkan memudahkan masyarakat memantau informasi mengenai makanan yang disediakan.

BGN juga mengembangkan LokaMBG sebagai platform belanja bahan baku. Sistem tersebut dirancang untuk mencegah penggelembungan harga (mark up) dan monopoli, mencatat transaksi, serta memperjelas asal produk.

Pengembangan kedua platform tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dalam penyelenggaraan MBG. BGN juga mendorong keterlibatan pemasok lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

MBG Ditargetkan Menjangkau Wilayah 3T

Melalui transformasi MBG 2.0, BGN menargetkan tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Penguatan keamanan pangan dan ketepatan sasaran juga menjadi bagian penting dari pembenahan program.

BGN turut menekankan pentingnya memastikan manfaat program menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Prioritas tersebut mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan angka stunting tinggi.

Ke depan, penguatan pengawasan, pemanfaatan sistem digital, dan kolaborasi lintas sektor menjadi instrumen penting untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Efektivitas langkah tersebut akan bergantung pada konsistensi penerapan standar, ketepatan data, dan akuntabilitas penggunaan anggaran. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB