Padang Pariaman, Javanusa—Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI mendorong pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop SIAP bertajuk AI Sebagai Mitra Kreatif: Mengembangkan Produk Lokal yang Diminati Pasar di Kampung Nelayan Katapiang, Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, 2–3 November 2026.
Workshop yang diikuti 80 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi nagari.
Plt Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Kemenekraf Muhammad Azhar Iskandar mengatakan pengembangan ekonomi kreatif harus bertumpu pada potensi dan kearifan lokal. Teknologi, termasuk AI, menjadi instrumen untuk mengolah potensi tersebut agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami mendorong kemajuan ekonomi kreatif melalui aktivasi nagari. Potensi lokal dan tradisi yang dimiliki masyarakat harus menjadi modal utama. Teknologi hadir sebagai pendorong agar potensi tersebut berkembang dan menghasilkan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam waktu dekat Kemenekraf juga akan melaksanakan program aktivasi Nagari Kreatif di Padang Pariaman. Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan pemulihan ekonomi pascabencana hidrometeorologi.
Ia mengapresiasi perhatian Kemenekraf yang telah melaksanakan sembilan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif di Padang Pariaman.
Menurutnya, pemanfaatan AI perlu disinergikan dengan pengembangan pariwisata agar potensi nagari tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami telah mengusulkan Nagari Katapiang sebagai Desa Wisata Wonderful Indonesia. Ada sekitar 40 potensi yang telah diusulkan untuk dikembangkan melalui program Cipta Pesona. Harapannya, perangkat nagari bersama masyarakat mampu menciptakan daya tarik dan menghidupkan ruang-ruang ekonomi kreatif di kawasan wisata,” katanya.
Anton menambahkan, hingga akhir 2026 Kemenekraf menjadwalkan total 12 kegiatan di Padang Pariaman. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Puncak rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung pada 27–28 November mendatang.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Budaya, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Syafrion, yang mewakili Bupati Padang Pariaman, menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat nagari menghadapi perkembangan teknologi digital.
Ia meminta perangkat nagari dan pelaku UMKM tidak sekadar mengikuti perkembangan digitalisasi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
“Era digital harus kita songsong karena membawa banyak peluang dan perubahan positif. Kami berharap perangkat nagari serius memanfaatkan program ini sehingga produk lokal mampu bersaing dengan produk di pasar nasional,” ujarnya.
Syafrion mengakui, salah satu kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah desain dan kualitas kemasan produk. Padahal, tampilan kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat konsumen.
“Kelemahan UMKM kita masih pada desain dan pengemasan produk. Karena itu, kemampuan ini perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi agar produk lokal memiliki tampilan yang lebih menarik dan tidak kalah bersaing,” katanya.
Pemkab Padang Pariaman, lanjutnya, menyambut baik berbagai program pengembangan ekonomi kreatif, termasuk produk kreatif berbentuk nonfisik. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat UMKM, dan membuka peluang ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan. (run)






