Padang, Javanusa—BMKG Maritim Teluk Bayur memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat pada 5-8 November 2026. Gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 meter, disertai potensi hujan hingga hujan petir.
Peringatan ini menjadi perhatian bagi nelayan, pelaku transportasi laut, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran selama beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan informasi tersebut dalam prakiraan cuaca maritim yang dirilis Rabu (4/11/2026).
“Masyarakat, terutama nelayan dan pelaku aktivitas di laut, perlu memperhatikan potensi gelombang setinggi 2,5 meter dan memastikan kondisi cuaca mendukung sebelum melaut,” kata Sahat.
Prakiraan Gelombang dan Cuaca 5-6 November 2026
BMKG memperkirakan cuaca berawan hingga hujan sedang pada Kamis (5/11/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (6/11/2026) pukul 06.00 WIB.
Hujan ringan berpotensi mengguyur perairan Agam-Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Sementara itu, hujan sedang berpeluang terjadi di perairan Padang-Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.
Angin bertiup dari timur atau tenggara dengan kecepatan 2-10 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 1,1-2,4 meter.
BMKG juga mengidentifikasi potensi gelombang kategori sedang, yakni 1,25-2,5 meter, di seluruh wilayah perairan yang tercantum dalam prakiraan tersebut.
Gelombang Berpotensi Terjadi pada 6-7 November
Memasuki Jumat (6/11/2026), cuaca diperkirakan berawan tebal hingga hujan ringan. Periode prakiraan berlangsung pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (7/11/2026) pukul 06.00 WIB.
Potensi hujan ringan mencakup perairan Agam-Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang-Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Angin berembus dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2-8 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,8-2,1 meter.
Gelombang kategori sedang berpotensi muncul di perairan Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Hujan Petir Berpotensi Mengganggu Aktivitas Laut 7-8 November
Pada Sabtu (7/11/2026), BMKG memperkirakan cuaca berawan hingga hujan petir. Prakiraan berlaku hingga Minggu (8/11/2026) pukul 06.00 WIB.
Hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Agam-Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Timur Siberut. Adapun hujan petir berpeluang mengguyur perairan Padang-Padang Pariaman.
Selain hujan, kondisi udara kabur berpotensi muncul di perairan Barat Pagai, Timur Pagai, dan Timur Sipora.
Angin bertiup dari timur atau tenggara dengan kecepatan 2-12 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 0,9-2,5 meter.
Gelombang kategori sedang berpotensi terjadi di seluruh wilayah perairan Sumatera Barat yang tercantum dalam prakiraan BMKG.
Jadwal Pasang Surut Air Laut 5 November
Selain prakiraan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur merilis prediksi pasang surut air laut untuk Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan prakiraan tersebut, air laut diperkirakan mengalami pasang pada pukul 00.00-04.00 WIB dan 13.00-17.00 WIB.
Sementara itu, periode surut diperkirakan berlangsung pukul 07.00-11.00 WIB dan 20.00-23.00 WIB.
Informasi pasang surut ini dapat menjadi acuan tambahan bagi masyarakat pesisir dan pelaku kegiatan maritim dalam merencanakan aktivitasnya.
BMKG Imbau Nelayan Periksa Informasi Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa maritim, untuk memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
Masyarakat juga perlu memastikan kondisi cuaca dan gelombang mendukung keselamatan pelayaran. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca selama periode peringatan.
Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca maritim dapat diakses melalui laman resmi BMKG di maritim.bmkg.go.id. (*)






