DTSEN 2026 Jadi Rujukan Bantuan Sosial, Pemko Pariaman Gelar Sosialisasi

Penulis -

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Sosialisasi Implementasi dan Pemanfaatan DTSEN bagi seluruh OPD, Camat serta Kepala Desa dan Lurah se-Kota Pariaman, di Aula Balai Kota Pariaman, Selasa (13/1/2026). (Foto: Kominfo Pariaman)

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Sosialisasi Implementasi dan Pemanfaatan DTSEN bagi seluruh OPD, Camat serta Kepala Desa dan Lurah se-Kota Pariaman, di Aula Balai Kota Pariaman, Selasa (13/1/2026). (Foto: Kominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mulai mengimplementasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan utama kebijakan pembangunan dan bantuan sosial tahun 2026.

Langkah ini ditandai dengan sosialisasi DTSEN kepada seluruh OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kota Pariaman.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Kota Pariaman, Selasa (13/1/2026), sebagai upaya menyatukan pemahaman lintas sektor terhadap sistem pendataan nasional terbaru.

Sosialisasi ini bertujuan menyelaraskan transformasi sistem pendataan sosial ekonomi yang kini mengacu pada DTSEN sebagai single source of truth nasional. Data ini menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi seluruh kebijakan pembangunan daerah.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan DTSEN dirancang untuk memperkuat ketepatan sasaran program pemerintah, khususnya bantuan sosial.

“DTSEN mengintegrasikan data sosial ekonomi agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, adil, dan akurat, terutama dalam penyaluran bantuan sosial,” kata Mulyadi saat membuka kegiatan.

Kurangi Kesalahan Data Bantuan Sosial

Mulyadi menekankan DTSEN hadir untuk menekan dua persoalan utama dalam pendataan bantuan sosial, yakni kesalahan inklusi dan eksklusi.

Kesalahan ini selama ini menyebabkan bantuan tidak sampai kepada warga yang berhak.

Menurutnya, akurasi data lapangan menjadi kunci utama keberhasilan implementasi DTSEN di Kota Pariaman.

“Data DTSEN harus sesuai kondisi riil masyarakat agar tidak ada warga layak yang terlewat, maupun penerima yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria,” ujarnya.

Sistem Desil Jadi Pembeda DTSEN

Berbeda dari sistem sebelumnya, DTSEN tidak hanya mencatat kelompok termiskin. Sistem ini mengelompokkan masyarakat ke dalam Desil 1 hingga Desil 10 berdasarkan tingkat kesejahteraan.

“Desil 1 sampai Desil 4 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial,” jelas Mulyadi, yang juga mantan anggota DPRD tiga periode.

Baca Juga :  Wako Yota Balad Launching MBG 3B Kecamatan Pariaman Tengah

Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif karena menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Mulyadi menegaskan penerapan DTSEN sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Aturan tersebut mewajibkan DTSEN digunakan sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Dengan dasar regulasi tersebut, seluruh OPD diminta menjadikan DTSEN sebagai rujukan utama dalam setiap program dan kegiatan.

Pemko Pariaman menargetkan seluruh intervensi sosial pada 2026 dapat berjalan lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah. Hal ini hanya dapat dicapai melalui integrasi data yang akurat dan mutakhir.

“Kami berharap data yang diinput benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat agar seluruh program pemerintah daerah berjalan efektif,” tutup Mulyadi. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru