Javanusa.com—Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang menikmati teh pada pagi, siang, maupun sore hari karena rasanya yang menyegarkan sekaligus dipercaya memberikan manfaat bagi kesehatan.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti teh bisa dikonsumsi tanpa batas. Mengonsumsi teh dalam jumlah berlebihan setiap hari berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang.
Besarnya risiko juga dipengaruhi oleh jenis teh yang dikonsumsi karena setiap varietas memiliki kandungan senyawa aktif yang berbeda.
Mengenal Empat Jenis Teh
Semua teh berasal dari daun Camellia sinensis. Perbedaan rasa, warna, hingga kandungan zat aktif muncul karena proses pengolahan dan tingkat oksidasi yang berbeda.
1. Teh hitam
Teh hitam mengalami proses fermentasi dan oksidasi paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Jenis teh ini banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan dikenal memiliki manfaat membantu melindungi paru-paru dari paparan zat berbahaya serta berpotensi menurunkan risiko stroke.
2. Teh hijau
Proses pengolahan teh hijau dilakukan dengan cara mengukus dan mengeringkan daun sehingga oksidasinya lebih rendah. Kandungan antioksidannya cukup tinggi sehingga bermanfaat menjaga kesehatan pembuluh darah dan otak. Sejumlah penelitian juga menunjukkan teh hijau berpotensi membantu mencegah berbagai jenis kanker.
3. Teh oolong
Teh oolong memiliki karakteristik di antara teh hitam dan teh hijau. Tingkat fermentasi serta oksidasinya tidak setinggi teh hitam sehingga menghasilkan cita rasa yang khas. Minuman ini juga dikenal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
4. Teh putih
Berbeda dengan jenis lainnya, teh putih tidak melalui proses fermentasi maupun oksidasi. Rasanya lebih ringan dan produksinya masih terbatas di Indonesia. Beberapa penelitian menyebutkan teh putih memiliki potensi antikanker yang cukup tinggi.
Batas Aman Minum Teh
Para ahli menyarankan konsumsi teh tidak melebihi lima cangkir dalam sehari. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu lama, berbagai masalah kesehatan dapat muncul akibat kandungan kafein, tanin, maupun efek diuretik yang dimiliki teh.
Berikut lima efek samping kebanyakan minum teh yang perlu diperhatikan.
1. Sulit tidur
Teh mengandung kafein, meski jumlahnya lebih rendah dibandingkan kopi. Satu cangkir teh hitam maupun teh hijau mengandung sekitar 40 miligram kafein.
Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat mengganggu kualitas tidur. Seseorang mungkin merasa lelah, tetapi tetap sulit terlelap atau sering terbangun pada malam hari. Risiko ini semakin besar pada orang yang sensitif terhadap kafein, terutama jika minum teh menjelang waktu tidur.
2. Muncul rasa gelisah
Respons tubuh terhadap kafein berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat mengalami rasa cemas, gelisah, hingga sulit merasa tenang setelah mengonsumsi teh dalam jumlah berlebihan.
Selain itu, keluhan seperti sakit kepala, pusing, dan jantung berdebar juga dapat muncul sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Ketergantungan kafein
Konsumsi teh berkafein secara terus-menerus dapat memicu ketergantungan. Akibatnya, seseorang akan kesulitan mengurangi kebiasaan tersebut.
Saat mencoba mengurangi konsumsi teh, beberapa gejala dapat muncul, seperti sakit kepala, tubuh terasa lemas, dan sulit berkonsentrasi.
4. Meningkatkan risiko anemia
Kandungan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi orang yang memiliki gangguan penyerapan zat besi atau riwayat perdarahan.
Laporan dari Colorado State University menyebutkan bahwa konsumsi teh dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga sekitar 60 persen.
5. Berpotensi memicu osteoporosis
Konsumsi teh hijau lebih dari tiga cangkir per hari dapat meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine. Kondisi tersebut berkaitan dengan sifat diuretik teh yang merangsang produksi urine.
Jika berlangsung dalam jangka panjang dan asupan kalsium tidak mencukupi, kepadatan tulang dapat menurun sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.
Konsumsi Secukupnya untuk Mendapatkan Manfaat
Teh tetap menjadi minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Membatasi konsumsi maksimal lima cangkir per hari serta menghindari minum teh menjelang tidur dapat membantu mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan. (*)






