Kenapa Waktu Terasa Cepat Berlalu Saat Dewasa? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Menyiasatinya

Penulis -

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang dewasa dan anak-anak. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi orang dewasa dan anak-anak. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Pernah merasa baru saja memasuki awal tahun, tetapi tiba-tiba sudah berganti bulan bahkan tahun? Perasaan bahwa waktu berjalan semakin cepat saat dewasa ternyata bukan sekadar sugesti.

Sejumlah teori ilmiah menjelaskan bagaimana perubahan tubuh, otak, hingga pola hidup memengaruhi cara manusia merasakan waktu.

Secara objektif, waktu berjalan dengan kecepatan yang sama bagi setiap orang. Namun, persepsi manusia terhadap waktu berubah seiring bertambahnya usia.

Para peneliti dan ahli menjelaskan bahwa perubahan biologis, cara otak mengolah informasi, serta rutinitas harian membuat orang dewasa merasa hari, minggu, hingga tahun berlalu lebih cepat dibandingkan saat masih anak-anak.

1. Jam biologis tubuh melambat

Salah satu penjelasan berkaitan dengan perubahan jam biologis atau suprachiasmatic nucleus (SCN) yang berada di otak. Sistem ini mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari detak jantung hingga ritme sirkadian.

Anak-anak memiliki aktivitas fisik yang lebih tinggi sehingga detak jantung mereka juga lebih cepat. Sebagai ilustrasi, jantung anak dapat berdetak sekitar 150 kali per menit, sedangkan pada orang dewasa rata-rata sekitar 75 kali per menit.

Seiring bertambahnya usia, ritme tubuh melambat. Perubahan tersebut diduga ikut memengaruhi persepsi sehingga waktu terasa bergerak lebih cepat.

2. Otak semakin terbiasa dengan rutinitas

Cara otak memproses pengalaman juga berperan penting. Saat masih kecil, hampir setiap hari menghadirkan hal baru yang menarik untuk dipelajari.

Memasuki usia dewasa, aktivitas cenderung berlangsung dengan pola yang sama. Karena lingkungan sudah terasa familiar, otak tidak lagi bekerja seintens saat menghadapi pengalaman baru.

Akibatnya, hari-hari terasa berlalu tanpa banyak momen yang benar-benar melekat dalam ingatan.

3. Setiap tahun menjadi bagian yang lebih kecil dari hidup

Filsuf Prancis abad ke-19, Paul Janet, mengemukakan teori mengenai proporsi waktu dalam kehidupan manusia.

Baca Juga :  Targetkan Dua Emas, Plt Gubernur Audy Lepas Kontingen NPC Menuju Peparnas XVII Jateng

Ketika seseorang berusia lima tahun, satu tahun mewakili sekitar 20 persen dari seluruh perjalanan hidupnya. Namun, pada usia 50 tahun, satu tahun hanya setara sekitar dua persen dari total usia.

Perbedaan proporsi tersebut membuat setiap tahun terasa semakin singkat seiring bertambahnya umur.

4. Penurunan kadar dopamin

Faktor lain berasal dari perubahan zat kimia di otak. Dopamin merupakan neurotransmiter yang membantu proses belajar, memori, dan rasa ingin tahu.

Penelitian dalam jurnal Neurobiology of Aging (2017) menunjukkan kadar dopamin dapat menurun sekitar 3,7 hingga 14 persen setiap 10 tahun pertambahan usia.

Penurunan ini membuat rasa penasaran terhadap pengalaman baru ikut berkurang. Dampaknya, aktivitas sehari-hari terasa lebih monoton sehingga waktu seolah berlalu tanpa disadari.

5. Rutinitas membuat hari terasa serupa

Masa kanak-kanak biasanya dipenuhi pengalaman yang mudah diingat, seperti liburan, ulang tahun, atau kegiatan baru. Sebaliknya, kehidupan orang dewasa sering diisi pekerjaan dan aktivitas yang berulang.

Rutinitas yang sama setiap hari membuat otak memiliki lebih sedikit “penanda waktu”. Ketika ditambah kesibukan atau tekanan pekerjaan, perhatian akan terfokus pada penyelesaian tugas sehingga hari terasa berjalan sangat cepat.

Cara Membuat Waktu Terasa Lebih Bermakna

Meski waktu tidak bisa diperlambat, Anda dapat mengubah cara otak merasakannya dengan memperkaya pengalaman sehari-hari.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

    • Mempelajari keterampilan baru atau mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi.
    • Mengubah rutinitas harian, misalnya memilih rute perjalanan berbeda atau mencoba menu makanan baru.
    • Menggunakan teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro agar pekerjaan lebih teratur.
    • Menulis jurnal harian sebagai sarana refleksi terhadap pengalaman yang telah dilalui.
    • Melatih mindfulness atau meditasi untuk meningkatkan kesadaran pada momen saat ini.
    • Menjaga pola hidup sehat melalui olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, dan tidur yang cukup.
    • Menetapkan target jangka pendek maupun jangka panjang, lalu mengevaluasi pencapaiannya secara berkala.
Baca Juga :  Peringatan HSP ke-96, Pj Wali Kota Padang: Pemberdayaan Pemuda Kunci Indonesia Maju
Kesimpulan

Perasaan bahwa waktu semakin cepat berlalu saat dewasa merupakan hasil dari perubahan biologis, cara kerja otak, dan pola hidup yang semakin rutin. Dengan menghadirkan pengalaman baru, menjaga kesehatan, serta lebih sadar terhadap aktivitas sehari-hari, seseorang dapat membuat setiap momen terasa lebih bermakna dan tidak mudah berlalu begitu saja. (*)

Berita Terkait

3 Zodiak Diprediksi Beruntung pada 8 Oktober 2026, Gemini hingga Pisces
Ramalan Zodiak 7 Oktober 2026: 3 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Energi Positif
4 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan pada Selasa 6 Oktober 2026
4 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Keberuntungan dan Kelimpahan pada Senin 5 Oktober 2026
Ramalan Zodiak 5 Oktober 2026: Aries, Leo dan Scorpio Didorong Berani Ambil Tindakan
3 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kejutan Istimewa pada Minggu 4 Oktober
Ramalan Zodiak 30 September 2026: 4 Zodiak Berpeluang Dapat Keberuntungan Finansial
4 Zodiak Paling Beruntung 29 September 2026, Gemini hingga Scorpio Didorong Lebih Percaya Diri

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB