Javanusa.com—Minum susu setiap hari bisa menjadi cara praktis untuk melengkapi asupan nutrisi. Namun, jangan memilih susu hanya karena rasa, merek, atau label “susu segar”.
Kandungan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, hingga sukrosa perlu diperiksa sebelum produk masuk ke dalam rutinitas harian.
Mengapa label nutrisi susu penting?
Dikutip dari laman Hellosehat, susu dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari karena menyediakan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut antara lain protein, kalsium, vitamin, dan mineral.
Meski begitu, komposisi setiap produk susu tidak selalu sama. Membaca tabel informasi nilai gizi membantu konsumen mengetahui kandungan yang benar-benar terdapat dalam produk.
Kebiasaan ini semakin penting jika susu dikonsumsi setiap hari. Frekuensi konsumsi yang tinggi membuat pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.
5 kandungan yang perlu diperhatikan
Sebelum membeli susu untuk konsumsi rutin, ada beberapa komponen nutrisi yang sebaiknya diperiksa pada kemasan.
1. Protein
Protein membantu tubuh membangun dan memperbaiki jaringan. Zat gizi ini juga mendukung berbagai fungsi tubuh.
Susu dengan kandungan protein tinggi dapat menjadi pilihan praktis bagi orang dewasa yang aktif. Konsumsi tersebut dapat membantu melengkapi kebutuhan protein, terutama setelah beraktivitas atau sebagai bagian dari sarapan.
Namun, susu bukan satu-satunya sumber protein. Pola makan tetap perlu mencakup berbagai sumber protein dan makanan bergizi lainnya.
2. Kalsium
Kalsium dikenal berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Mineral ini juga dibutuhkan untuk fungsi otot, saraf, dan pembuluh darah.
Tubuh tidak dapat menghasilkan kalsium sendiri. Karena itu, kebutuhan kalsium perlu dipenuhi melalui makanan dan minuman, termasuk susu.
Jika susu menjadi konsumsi rutin, periksa jumlah kalsium yang tercantum pada tabel informasi nilai gizi.
3. Vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Asupan vitamin D yang cukup mendukung pemanfaatan kalsium secara optimal.
Karena itu, susu yang mengandung vitamin D dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang ingin memperhatikan asupan untuk mendukung kesehatan tulang.
Kandungan ini juga patut diperhatikan oleh orang dewasa dengan aktivitas padat, terutama mereka yang jarang memperoleh paparan sinar matahari.
4. Vitamin B kompleks
Vitamin B kompleks mencakup beberapa jenis vitamin B dengan fungsi yang berbeda. Secara umum, kelompok vitamin ini membantu tubuh mengolah makanan menjadi energi.
Vitamin B tertentu juga berperan dalam fungsi sistem saraf, pembentukan sel darah merah, serta metabolisme zat gizi.
Karena itu, kandungan vitamin B kompleks dapat menjadi pertimbangan tambahan ketika memilih susu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
5. Perhatikan sukrosa
Selain zat gizi, konsumen perlu memperhatikan kandungan gula tambahan pada produk susu. Salah satu jenis gula yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan adalah sukrosa.
Susu dengan label 0 sukrosa dapat dipertimbangkan bagi konsumen yang ingin membatasi asupan gula tambahan.
Namun, istilah 0 sukrosa tidak berarti produk tersebut bebas dari semua jenis gula. Susu tetap mengandung laktosa, yaitu gula alami yang secara alami terdapat dalam susu.
Dengan demikian, label 0 sukrosa menunjukkan tidak adanya tambahan sukrosa, bukan berarti susu bebas gula secara keseluruhan.
Fresh milk tidak selalu memiliki kandungan yang sama
Fresh milk kerap dipilih karena menggunakan susu segar yang diproses agar aman dikonsumsi. Meski demikian, kandungan nutrisi antarproduk dapat berbeda.
Perbedaan tersebut dapat terlihat pada kadar protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, maupun gula tambahan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan klaim “susu segar” pada kemasan. Periksa tabel informasi nilai gizi untuk mengetahui komposisi produk secara lebih jelas.
Proses pengolahan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Untuk fresh milk, pilih produk yang telah melalui proses pasteurisasi dengan baik.
Cara memilih susu untuk konsumsi harian
Memilih susu tidak harus rumit. Konsumen dapat menggunakan beberapa langkah sederhana saat membandingkan produk.
1. Cek kandungan protein pada tabel informasi nilai gizi
Pilihan ini terutama relevan bagi orang yang ingin menjadikan susu sebagai bagian dari sarapan atau konsumsi setelah beraktivitas.
2. Perhatikan kadar kalsium dan vitamin D
Keduanya memiliki keterkaitan dalam mendukung pemanfaatan kalsium oleh tubuh.
3. Lihat apakah produk menyediakan vitamin B kompleks
Kandungan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen yang memperhatikan asupan nutrisi untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
4. Periksa kandungan sukrosa
Jika ingin membatasi gula tambahan, produk dengan 0 sukrosa dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Terakhir, pastikan fresh milk telah melalui proses pasteurisasi. Proses ini menggunakan pemanasan pada suhu dan waktu tertentu untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya sehingga susu lebih aman dikonsumsi.
Pilih berdasarkan kandungan, bukan sekadar rasa
Bagi konsumen yang rutin minum susu, tabel informasi nilai gizi dapat menjadi acuan sebelum membeli. Cara ini membantu membandingkan produk berdasarkan kandungan yang benar-benar ditawarkan.
Fresh milk dengan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, serta 0 sukrosa dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan. Namun, pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan nutrisi masing-masing.
Selain komposisi, perhatikan pula proses pengolahan dan petunjuk penyimpanan pada kemasan. Hal tersebut penting untuk menjaga keamanan dan kualitas produk selama dikonsumsi.
Pada akhirnya, memilih susu harian tidak cukup hanya berdasarkan merek atau rasa. Membaca label nutrisi membuat keputusan konsumsi menjadi lebih cermat dan sesuai kebutuhan. (*)






