Padang, Javanusa—Di tengah persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, generasi muda mulai mengambil peran dalam pelayanan jemaah.
Sebanyak 27 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang terjun langsung ke Embarkasi Padang sebagai tim pendukung dan relawan.
Mereka bergabung bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Tim ini membantu pelayanan jemaah di berbagai titik. Mereka menangani proses kedatangan, layanan administrasi, hingga pendampingan selama berada di embarkasi.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan keterlibatan mahasiswa saat menerima Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol.
Menurut Rifki, kehadiran mahasiswa tidak hanya memperkuat layanan. Keterlibatan ini juga menjadi bagian pembelajaran langsung dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Ini adalah haji perdana Kementerian Haji dan Umrah. Kami berharap mahasiswa bisa mengambil peran dan berkontribusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” ujar Rifki.
Ia menambahkan, melayani tamu Allah menjadi pengalaman yang tidak semua orang dapatkan. Pengalaman ini sekaligus menjadi ruang belajar yang bernilai.
“Dengan melayani jemaah, kami berharap mahasiswa juga mendapatkan doa terbaik. Semoga menjadi jalan menunaikan ibadah haji dan sukses ke depan,” katanya.
Penguatan Karakter dan Pengalaman Mahasiswa
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol menyambut keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Ia menilai kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga. Pengalaman ini tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan kepekaan sosial dan spiritual mahasiswa.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Mahasiswa harus memanfaatkannya dengan baik dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap dan profesionalitas selama bertugas. Selain itu, mereka harus mampu memberi kontribusi nyata dalam menyukseskan pelayanan jemaah di Embarkasi Padang.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat layanan sekaligus menghadirkan semangat baru. Langkah ini menjadi bagian dari penyelenggaraan haji 2026.
Momentum ini juga menandai peran awal Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan kepada jemaah Indonesia. (*/red)






