Javanusa.com—Secangkir kopi tidak hanya membantu wanita tetap terjaga saat beraktivitas. Kandungan kafein dan antioksidannya juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Sejumlah penelitian menghubungkan konsumsi kopi dengan kesehatan otak, metabolisme, hati, hingga kulit. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan kondisi setiap orang.
Dikutip dari KlikDokter, berikut delapan manfaat minum kopi untuk wanita yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian kesehatan.
1. Meningkatkan energi dan membantu memperbaiki suasana hati
Kafein bekerja sebagai stimulan pada sistem saraf pusat. Efek tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih bugar dan membantu meningkatkan kewaspadaan.
Karena itu, banyak orang memilih kopi sebagai minuman untuk mengawali aktivitas. Kafein juga dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati sehingga tubuh terasa lebih segar setelah mengonsumsinya.
2. Berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker
Kopi mengandung berbagai senyawa antioksidan yang terus diteliti terkait pencegahan penyakit kronis, termasuk kanker.
Sejumlah penelitian di Amerika Serikat menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker. Kanker kulit menjadi salah satu jenis yang mendapat perhatian dalam penelitian tersebut.
Pada wanita, konsumsi kopi juga pernah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara dan kanker endometrium.
Meski demikian, minum kopi tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis atau skrining kanker. Deteksi dini tetap menjadi bagian penting dalam menemukan kanker sejak tahap awal.
3. Mendukung fungsi otak dan memori
Kebiasaan minum kopi juga menarik perhatian peneliti yang mempelajari fungsi kognitif dan gangguan memori.
Salah satu penelitian dari Universitas Florida di Amerika Serikat meneliti hubungan konsumsi kopi dengan penyakit Alzheimer.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan kaitan antara kopi dan berkurangnya pembentukan beta-amyloid di otak. Protein tersebut diketahui memiliki hubungan dengan proses terjadinya Alzheimer.
Temuan ini membuat kopi terus diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan otak dan fungsi memori.
4. Berpotensi menurunkan risiko depresi
Kandungan kafein dalam kopi juga dapat memengaruhi sistem saraf dan suasana hati. Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko depresi yang lebih rendah.
Penelitian dari Universitas Harvard menemukan wanita yang mengonsumsi empat cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki peluang 20 persen lebih rendah mengalami depresi.
Namun, temuan tersebut tidak berarti konsumsi kopi dalam jumlah besar selalu memberikan manfaat lebih tinggi. Asupan kafein berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai keluhan.
5. Mendukung kesehatan metabolik
Kopi juga berkaitan dengan sejumlah aspek kesehatan metabolik. Penelitian telah mengamati hubungannya dengan diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan konsumsi kopi berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah gangguan tersebut.
Namun, jenis kopi dan cara penyajiannya juga perlu diperhatikan. Penambahan gula, krimer, atau bahan lain dapat memengaruhi nilai kesehatan minuman tersebut.
6. Membantu menjaga kesehatan hati
Organ hati juga menjadi salah satu bagian tubuh yang mendapat perhatian dalam penelitian mengenai manfaat kopi.
Konsumsi kopi secara rutin dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit hati. Pada penelitian terhadap pasien yang mengalami infeksi hepatitis C, konsumsi kopi juga berkaitan dengan respons pengobatan yang lebih baik.
Penelitian lain menemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko kanker hati yang lebih rendah.
7. Berpotensi membantu meredakan sakit kepala
Kafein dapat memengaruhi pembuluh darah dan sistem saraf. Mekanisme tersebut membuat kafein berpotensi membantu mengurangi gejala pada jenis sakit kepala tertentu.
Sejumlah penelitian mengaitkan kafein dengan perbaikan gejala migrain dan sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache.
Meski demikian, respons setiap orang dapat berbeda. Orang yang rutin minum kopi juga dapat mengalami sakit kepala ketika menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba.
8. Mendukung kesehatan kulit
Kopi mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Senyawa tersebut berperan dalam melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Radikal bebas dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel kulit dan proses penuaan. Karena itu, kandungan antioksidan dalam kopi turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kesehatan kulit.
Jangan berlebihan minum kopi
Berbagai penelitian menunjukkan potensi manfaat konsumsi kopi bagi wanita. Namun, manfaat tersebut tidak berarti semakin banyak kopi yang diminum akan semakin baik bagi tubuh.
Asupan kopi berlebihan dapat menimbulkan keluhan pada sebagian orang. Beberapa efek yang mungkin muncul antara lain gangguan lambung, perubahan warna gigi, hingga gangguan tidur pada individu yang sensitif terhadap kafein.
Karena itu, jumlah kopi sebaiknya disesuaikan dengan toleransi dan kondisi masing-masing orang. Naskah sumber menyarankan sekitar 1–2 cangkir kopi per hari sebagai jumlah yang wajar.
Selain jumlah kopi, perhatikan pula bahan tambahan dalam minuman. Penggunaan gula dan krimer secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori serta gula harian.
Jika membutuhkan rasa manis, pemanis rendah kalori dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengendalikan asupan gula. (*)






