Tanah Datar, Javanusa—Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tanah Datar, Arry Yuswandi menegaskan posisi Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat peradaban Minangkabau atau yang dikenal dengan istilah “Pusek Jalo Pumpunan Ikan”.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri pengukuhan anggota Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limo Kaum di gedung pertemuan Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (16/11/2024).
“Kabupaten Tanah Datar merupakan Luhak Nan Tuo di Sumatera Barat. Bahkan, filosofi Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) pertama kali dicetuskan di puncak Bukit Marapalam yang berada di wilayah ini,” ungkap Arry.
Bukti keberadaan Tanah Datar sebagai pusat peradaban Minangkabau dapat dilihat dari banyaknya situs bersejarah seperti Sawah Satampang Baniah, Lurah Nan Indak Barangin, Galundi Nan Baselo, Batu Batikam, Balai Nan Panjang, dan Kuburan Panjang. Beberapa di antaranya merupakan peninggalan purbakala yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Secara khusus, Arry menyoroti Nagari Limo Kaum yang menjadi salah satu pintu masuk Kota Batusangkar.
“Di Limo Kaum terdapat situs bersejarah seperti Batu Batikam, Kubu Rajo, dan Masjid Raya Limo Kaum yang sudah berusia ratusan tahun. Ini adalah bukti nyata sejarah budaya dan adat Minangkabau,” jelasnya.
Pjs Bupati berharap KAN dan perangkat nagari lainnya dapat menjadikan Nagari Limo Kaum sebagai percontohan dalam pelaksanaan ABS-SBK. Selain itu, ia mendorong optimalisasi potensi wisata sejarah di kawasan tersebut.
“Kita perlu mengevaluasi bagaimana situs Batu Batikam yang memiliki nilai sejarah penting dan Kubu Rajo yang selama ini hanya dilihat sekilas oleh wisatawan. Ke depan, tugas kita adalah mengembangkan strategi agar wisatawan tertarik untuk mengunjungi dan mempelajari langsung prasasti sejarah ini,” tambahnya.
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh Camat Lima Kaum beserta Forkopimca, Wali Nagari Limo Kaum, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Bundo Kanduang, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. (*/jn04)






