Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menyambut kunjungan akademik dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dosen serta mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) di Kantor Bupati Pessel, Rabu (29/10).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat daerah Kabupaten (Sekdakab) Pessel, Gunawan mewakili Bupati Hendrajoni, mengatakan kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam tata kelola lingkungan dan penguatan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
“Pemkab Pessel menyampaikan terima kasih atas kunjungan akademik ini. Kehadiran dosen dan mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP diharapkan mampu memberikan masukan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, khususnya di sektor pariwisata dan lingkungan hidup,” ujar Gunawan ketika dihubungi, Kamis (30/10).
Ia menambahkan, selama ini UNP telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Pesisir Selatan melalui berbagai program kemitraan dan penelitian terapan.
Pemerintah daerah, sangat terbuka untuk memperluas kerja sama akademik, terutama dalam bidang riset lingkungan dan pengembangan kawasan wisata berwawasan ekologi.
“Ke depan kami berharap kerja sama antara UNP dan Pemkab Pesisir Selatan semakin erat. Kami membutuhkan dukungan keilmuan dan riset yang kuat agar kebijakan pembangunan daerah bisa berpijak pada data dan kajian ilmiah, bukan sekadar pada kebutuhan sesaat,” jelasnya.
Gunawan menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan di setiap kebijakan, termasuk dalam penataan Kawasan Wisata Mandeh yang menjadi ikon pariwisata Pesisir Selatan.
Ia menilai, peran akademisi sangat penting untuk memastikan agar pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Selain itu dia berharap hasil kunjungan akademik dan PKL tersebut bisa menjadi bahan kajian bersama dalam memperkuat kebijakan lingkungan di Pesisir Selatan.
“Kami terbuka terhadap setiap hasil riset yang bisa menjadi dasar bagi perbaikan tata kelola daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang cerdas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNP, Prof Dr Indang Dewata, MSi, C EIA, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan praktik kerja lapangan mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Lingkungan. Tujuannya memperluas wawasan akademik sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berbentuk silaturahmi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tantangan pengelolaan lingkungan di daerah, khususnya dalam konteks tata kelola kawasan wisata yang berpotensi besar namun memiliki kerentanan ekologis.
“Mahasiswa kami perlu melihat langsung bagaimana praktik kebijakan lingkungan diterapkan di daerah. Pesisir Selatan, dengan segala potensinya, adalah laboratorium alam yang sangat berharga untuk penelitian dan pembelajaran,” ujarnya saat pertemuan tersebut.
Salah seorang mahasiswa peserta PKL, Muhayatul, menjelaskan kegiatan lapangan difokuskan pada tata kelola lingkungan di Kawasan Wisata Mandeh, yang dikenal sebagai “Raja Ampat nya Sumbar”.
Menurutnya, agar pembangunan wisata berjalan seimbang, diperlukan penerapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTL) yang ketat dan berbasis data lingkungan.
“RDTL ini penting sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan agar setiap aktivitas di Kawasan Mandeh tetap sejalan dengan prinsip pelestarian alam. Pembangunan yang terarah dan berkelanjutan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.
Muhayatul menambahkan, dengan adanya RDTL, setiap pembangunan di kawasan tersebut harus mendapat izin resmi dari pemerintah daerah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ekosistem seperti hutan mangrove dan kemurnian air laut tetap terjaga.
“Jika tata ruang diterapkan dengan benar, Mandeh tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dikunjungi dan aman bagi lingkungan. Kerusakan bisa dicegah sejak dini,” ujarnya. (sus)






