Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang Panjang mulai memulangkan 129 warga yang mengungsi akibat bencana galodo dan tanah longsor.
Pemulangan berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan doa bersama di kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah, Jumat (5/12/2025), sebagai bagian dari rangkaian pemulihan pascabencana.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan, pengungsi yang dapat kembali ke rumah merupakan warga yang tempat tinggalnya dinyatakan aman untuk dihuni.
Sementara itu, warga yang kehilangan rumah akan direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa) dan lokasi lain yang telah disiapkan pemerintah.
“Insyaallah hari ini proses pemindahan pengungsi kita lakukan. Untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, kami siapkan hunian sementara di rusunawa dan lokasi relokasi lainnya,” ujar Hendri.
Selain sebagai bentuk ikhtiar batin, doa bersama yang digelar di lokasi bencana juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Hendri mengajak seluruh warga untuk terus saling menguatkan dalam masa pemulihan.
“Semoga para korban diberikan ketenangan di alam sana dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan kehidupan,” katanya.
Doa bersama dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Padang Panjang, Buya Alizar Chan. Kegiatan ini diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, kepala sekolah, serta masyarakat terdampak.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Allex Saputra, Sekretaris Daerah Sonny Budaya Putra, Ketua DPRD Imbral, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Maria Feronika Hendri, Ketua GOW Sri Wahyuni Allex, Ketua DWP Sri Hidayani Sonny, serta tokoh masyarakat.
Selain doa bersama, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat gaib pada Salat Jumat sebagai bentuk doa bagi korban yang hingga kini belum ditemukan. (*/red)






