Stok Beras Nasional 3,3 Juta Ton, Mentan Amran Pastikan Produksi Pangan Aman Meski Cuaca Dinamis

Penulis -

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan produksi dan ketahanan pangan tetap aman meski cuaca dinamis. (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan produksi dan ketahanan pangan tetap aman meski cuaca dinamis. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi terkendali di tengah curah hujan tinggi di sejumlah daerah. Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal musim tanam.

Menurut Amran, stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Amran di Jakarta.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat lonjakan tajam serapan beras pemerintah pada awal tahun ini. Data Januari 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Amran menyebut, pada Januari tahun sebelumnya serapan hanya sekitar 14.000 ton. Tahun ini, angka serapan mencapai 112.000 ton.

“Januari komparasi tahun lalu hanya 14.000 ton, sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen di bulan Januari,” katanya.

Peningkatan serapan ini menjadi indikator penguatan sistem cadangan dan distribusi pangan nasional.

Curah Hujan Tinggi Dukung Percepatan Tanam

Di sisi lain, Amran menilai curah hujan saat ini justru memberi dampak positif bagi percepatan masa tanam. Syaratnya, pengelolaan air dan drainase berjalan baik di tingkat lahan.

Menurut dia, ancaman terbesar bagi produksi pangan justru terjadi saat kekeringan ekstrem seperti El Nino. Karena itu, musim hujan masih relatif menguntungkan bagi petani padi.

“Cuaca ini berkah karena mendukung tanam. Tantangan terbesar justru ketika terjadi kekeringan seperti El Nino,” ujarnya.

Produksi Sentra Padi di Jawa Tetap Stabil

Kementan terus memantau kondisi produksi di wilayah sentra padi nasional. Fokus utama diarahkan ke Pulau Jawa sebagai lumbung beras terbesar.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, Pj. Ketua Dekranasda Padang Kunjungi Kabupaten Pasuruan

Hasil pemantauan awal 2026 menunjukkan produksi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih relatif aman. Pasokan beras nasional tetap terjaga meski ada laporan banjir di beberapa titik.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan gangguan lokal tidak langsung memukul pasokan nasional.

Kementan Turun ke Bekasi dan Karawang

Sebagai langkah respons cepat, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan meninjau langsung lahan terdampak genangan. Peninjauan dilakukan di Kabupaten Bekasi dan Karawang, dua kawasan produksi padi penting.

Kunjungan dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro atas arahan Menteri Pertanian. Tim memetakan luas genangan dan kebutuhan intervensi lapangan.

Kementan meminta dinas pertanian daerah segera mengusulkan bantuan benih untuk petani terdampak. Targetnya, tanam ulang bisa dilakukan cepat agar siklus produksi tidak terputus.

Bantuan difokuskan pada area tergenang untuk menekan risiko gagal panen. Selain itu, pemda juga didorong mengusulkan normalisasi saluran air dan jaringan irigasi.

Data prakiraan cuaca dari BMKG turut digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah menargetkan stabilitas produksi dan stok pangan tetap terjaga di tengah dinamika iklim. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru