Pasbar, Javanusa—Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pasaman Barat (Pasbar) Doddy San Ismail memimpin langsung pemantauan harga dan pasokan di pasar tradisional. Langkah ini difokuskan pada komoditas pokok yang menjadi penyumbang utama inflasi.
Pemantauan dilakukan Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan di Pasar Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, Minggu (8/2). Pemerintah daerah memastikan harga dan distribusi bahan pokok tetap terkendali di tingkat pedagang.
Sekdakab Doddy San Ismail, menegaskan pengendalian inflasi harus dilakukan langsung di lapangan. Menurut dia, stabilitas harga tidak cukup dipantau melalui rapat koordinasi.
“Pengendalian inflasi tidak bisa hanya lewat rapat. Pemerintah daerah harus hadir langsung untuk memastikan harga dan pasokan pangan stabil, terutama di pasar rakyat,” kata Doddy.
Ia menyebut pasar tradisional menjadi titik utama pemantauan karena menjadi rujukan harga bagi masyarakat. Karena itu, interaksi langsung dengan pedagang dinilai penting.
Satgas Saber Pangan Cek Komoditas Penyumbang Inflasi
Tim Satgas memeriksa harga dan ketersediaan sejumlah komoditas strategis. Di antaranya beras, cabai, bawang, dan minyak goreng yang berpengaruh besar terhadap laju inflasi daerah.
Petugas juga berdialog dengan pedagang untuk mendapatkan data harga harian. Selain itu, tim mencatat pola pasokan dan distribusi barang di tingkat pasar.
Satgas Saber Pangan Pasbar melibatkan lintas OPD. Unsurnya berasal dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UKM, DPMPTSP, serta Bagian Perekonomian Setda.
Sebelum sidak, seluruh tim mengikuti rapat koordinasi di Kantor Bupati Pasbar. Rapat membahas peta komoditas rawan gejolak harga dan strategi pengawasan.
Doddy memastikan pemerintah daerah akan bertindak jika menemukan praktik penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar. Penindakan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Stabilitas harga pangan adalah kunci pengendalian inflasi daerah. Jika ada indikasi pelanggaran, Satgas Pangan akan bertindak sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak berhenti di satu lokasi. Kegiatan dirancang berkelanjutan agar pergerakan harga bisa dipantau berkala.
Setelah Pasar Simpang Empat, tim dijadwalkan memantau Pasar Padang Tujuh pada Senin (9/2). Pengawasan berlanjut ke Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (13/2).
Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur Daerah, serta sejumlah kepala OPD terkait. Pemerintah daerah menargetkan stabilitas harga tetap terjaga di seluruh wilayah Pasbar. (*/red)






