Kemensos Jajaki Pengiriman Lulusan Sekolah Rakyat ke Jepang, Target 400 Caregiver

Penulis -

Senin, 13 April 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Foto: Kemensos)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang kerja sama dengan Regiono Group guna menyiapkan calon tenaga kerja caregiver yang akan ditempatkan di Jepang.

Calon tenaga kerja tersebut berasal dari lulusan Sekolah Rakyat serta penerima bantuan sosial. Program ini untuk memperkuat upaya graduasi, yakni mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan melalui akses pekerjaan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, Kemensos menargetkan kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.

“Jadi dari keluarga miskin, kemudian kita latih sebagai caregiver. Kita harapkan ini menjadi kerja sama permanen dan strategis,” ujarnya saat menerima CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

Regiono Group merupakan lembaga asal Jepang yang bergerak di bidang pendidikan dan perawatan kesehatan, termasuk layanan perawatan bagi lansia dan anak-anak. Lembaga ini beroperasi di Fukuyama dan Hiroshima.

Menurut Agus Jabo, peran Kemensos dalam kerja sama ini adalah menyiapkan dan melatih tenaga caregiver sebelum diberangkatkan ke Jepang.

“Kita menyediakan caregiver untuk dilatih, kemudian diberangkatkan,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat program graduasi Kemensos dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat dari kelompok rentan.

Agus Jabo juga menjelaskan lulusan Sekolah Rakyat memiliki peluang untuk langsung masuk ke dunia kerja, termasuk sebagai caregiver di luar negeri.

“Setelah lulus SMA, mereka bisa langsung bekerja. Prospek pengiriman caregiver dari Indonesia ke Jepang cukup besar,” jelasnya.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyebut kurikulum Sekolah Rakyat dirancang untuk mengembangkan keterampilan siswa agar siap kerja setelah lulus.

Menurutnya, Sekolah Rakyat akan tersedia di berbagai kabupaten dan kota sebagai basis penyiapan tenaga kerja.

“Di kurikulum akhir, bagi yang tidak melanjutkan kuliah dan ingin bekerja, sudah disiapkan keterampilannya. Jadi setelah lulus, mereka bisa langsung berangkat ke Jepang,” ujarnya.

Baca Juga :  27 Penyandang Disabilitas di Kota Padang Terima Bantuan Kursi Roda

Supomo menambahkan, Kemensos akan melibatkan pemangku kepentingan lain untuk menindaklanjuti kerja sama ini, termasuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

“Kami akan mengajak KP2MI untuk mengatur kerja sama karena kebutuhan tenaga kerja cukup besar,” katanya.

Ia menilai keterlibatan lebih banyak lembaga akan memperluas peluang penempatan tenaga kerja.

“Kalau hanya satu lembaga, peluangnya terbatas. Jika lebih banyak pihak terlibat, peluangnya juga semakin besar,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, menyampaikan kebutuhan tenaga caregiver di Jepang mencapai 400 orang dalam beberapa tahun ke depan.

Para tenaga kerja tersebut akan ditempatkan di panti sosial untuk merawat anak-anak dan lansia. Mereka bekerja lima hari dalam sepekan dengan durasi delapan jam per hari.

Nakashima menilai tenaga kerja asal Indonesia memiliki kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan tenaga kerja dari Indonesia,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru