Tangsel, Javanusa—Menjelang meningkatnya mobilitas hewan kurban pada momentum Iduladha, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai menyusun strategi komunikasi publik.
Hal ini agar informasi terkait pengawasan dan keamanan hewan kurban dapat tersampaikan secara cepat, seragam, dan mudah dipahami masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan pemetaan isu strategis yang digelar Barantin melalui Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Utama.
Kegiatan ini melibatkan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan serta Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, pada 5 Mei.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan komunikasi publik menjelang Iduladha, terutama terkait percepatan penyebaran informasi kebijakan strategis pemerintah di sektor pengawasan lalu lintas hewan kurban.
Dalam pembahasan itu, Barantin dan Komdigi juga mendorong penyusunan narasi tunggal yang selaras mengenai program prioritas pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat distribusi informasi terkait ketersediaan pangan serta jaminan kesehatan hewan kurban yang aman dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, inisiatif tersebut juga mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.
Dalam forum itu, Barantin turut mengusulkan tema publikasi yang secara khusus menyoroti isu kesehatan dan pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Iduladha.
Lalu Lintas Hewan Kurban Diperketat Sejak Awal
Momentum Iduladha selalu ditandai dengan meningkatnya pergerakan hewan kurban antar daerah. Namun, proses distribusi tersebut tidak bisa dilakukan tanpa pengawasan ketat karena menyangkut aspek kesehatan hewan dan potensi penyebaran penyakit.
Barantin menegaskan setiap hewan yang akan didistribusikan telah melalui rangkaian pemeriksaan dan pengawasan berlapis sejak awal perjalanan. Proses ini mencakup pengawasan di pelabuhan, jalur distribusi, hingga titik-titik perbatasan wilayah.
Pengawasan dilakukan secara ketat karena objek yang berpindah bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan makhluk hidup yang berpotensi membawa risiko penyakit hewan menular jika tidak dikendalikan dengan baik.
Masyarakat Jadi Bagian Sistem Pengawasan
Dalam sistem karantina hewan, Barantin menekankan bahwa keberhasilan pengendalian risiko tidak hanya bergantung pada pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga keterlibatan masyarakat.
Masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam rantai pengawasan sebagai pengguna akhir atau end user yang turut menentukan efektivitas sistem keamanan pangan dan kesehatan hewan.
Karena itu, kolaborasi lintas pihak menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
Sinergi untuk Kelancaran Iduladha
Melalui forum ini, Barantin dan Komdigi berharap dapat menghasilkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan terarah.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas Presiden, khususnya dalam memastikan distribusi hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai ketentuan.
Dengan penguatan komunikasi publik yang terintegrasi, diharapkan masyarakat dapat menerima informasi secara jelas sehingga pelaksanaan ibadah Iduladha dapat berjalan dengan tenang, aman, dan tanpa hambatan. (*/red)






