Jakarta, Javanusa—Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mampu menyumbang hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Namun, di balik peluang tersebut, pemerintah menegaskan pengembangan AI harus berjalan seiring dengan perlindungan hak para kreator dan penguatan talenta digital.
Hal itu terungkap saat peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7).
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab.
Dalam laporan yang disusun Google bersama Public First, teknologi AI diproyeksikan mampu memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp66 triliun setiap tahun bagi sektor ekonomi kreatif nasional.
Selain itu, adopsi AI diperkirakan melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035. Teknologi ini juga berpotensi meningkatkan ekspor konten kreatif berbasis AI hingga Rp6,7 triliun per tahun melalui proses kreasi dan lokalisasi konten.
Wamen Ekraf: AI Memperkuat Kreativitas, Bukan Menggantikannya
Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan kecerdasan buatan tidak menggantikan peran manusia dalam menghasilkan karya kreatif.
Menurutnya, AI justru menjadi alat yang mampu memperkuat kreativitas apabila didukung sumber daya manusia yang kompeten.
“Artificial Intelligence bukanlah pengganti kreativitas manusia. AI adalah teknologi yang memperkuat kreativitas manusia. Yang perlu kita siapkan adalah talenta yang mampu memanfaatkan teknologi, memahami data, serta menghasilkan karya yang memiliki daya saing global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pencipta dan pemain di pasar dunia,” ujar Irene.
Ia menilai pengembangan AI harus dibarengi peningkatan kualitas talenta digital. Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Google menyiapkan program beasiswa Creative Technology Future Talents.
Program pelatihan daring tersebut mencakup bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity. Melalui program ini, pemerintah ingin memperkuat kapasitas kreator, inovator, serta technopreneur Indonesia menghadapi transformasi digital.
Perlindungan Hak Cipta Jadi Bagian Penting Pengembangan AI
Irene juga menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap menghormati hak kekayaan intelektual. Menurutnya, perlindungan terhadap karya kreatif menjadi syarat penting agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemanfaatan tata kelola data juga dinilai mampu membantu pelaku ekonomi kreatif menyusun strategi bisnis, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor.
Ia menambahkan, keberhasilan transformasi AI membutuhkan investasi yang konsisten pada pengembangan talenta, pengelolaan data, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dampak ekonomi AI, lanjut Irene, perlu diukur secara berkelanjutan agar peluang usaha, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah yang dihasilkan dapat dipetakan secara optimal.
Google Siap Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah
Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital berbasis AI.
Potensi tersebut didukung jumlah penduduk usia muda yang besar, tingginya adopsi teknologi digital, serta ekosistem kreatif yang terus berkembang.
“Kami berkomitmen menjadi mitra pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab. Ketika teknologi terbuka bertemu dengan kreativitas Indonesia, kami percaya akan semakin banyak peluang yang dapat diciptakan bersama bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor ekonomi kreatif,” kata Markham.
Forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif sekaligus menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, Google, akademisi, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, pendaftaran program pelatihan CREATech Future Talents telah dibuka untuk masyarakat umum melalui tautan ekr.af/CREATech. Pengumuman peserta yang lolos proses kurasi dijadwalkan pada Agustus 2026 melalui email pendaftar dan akun media sosial resmi Kementerian Ekraf @ekraf.ri. (*)






