Javanusa.com—Popularitas matcha tidak lagi hanya terlihat dari ramainya antrean di coffee shop. Kini, semakin banyak masyarakat, terutama Gen Z dan milenial, memilih meracik matcha sendiri di rumah karena lebih hemat, fleksibel, sekaligus memberikan pengalaman menikmati minuman yang lebih personal.
Dalam beberapa tahun terakhir, matcha menjadi salah satu minuman favorit berbagai kalangan. Namun, kebiasaan menikmatinya mulai bergeser. Alih-alih membeli di kedai kopi, banyak pencinta matcha kini lebih sering membuat minuman tersebut di rumah.
Perubahan ini tidak lepas dari pertimbangan biaya. Di sejumlah kota besar, harga segelas matcha latte di coffee shop berkisar antara Rp50.000 hingga Rp70.000. Sementara itu, versi homemade dapat dibuat hanya dengan biaya sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 per gelas.
Perbedaan tersebut membuat konsumen dapat menghemat pengeluaran hingga 70–80 persen tanpa harus mengurangi kualitas minuman yang dinikmati.
Fenomena ini sejalan dengan berkembangnya tren home beverage economy, yaitu kebiasaan membuat minuman sendiri di rumah sebagai cara mengurangi pengeluaran. Sejumlah laporan gaya hidup dari Amerika Serikat dan Inggris juga menunjukkan kenaikan harga minuman di industri makanan dan minuman mendorong Gen Z serta milenial beralih ke konsep DIY beverages.
Bukan Sekadar Lebih Hemat
Meski faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama, tren matcha homemade ternyata juga didorong oleh pengalaman yang ditawarkan selama proses pembuatannya.
Bagi banyak pecinta matcha, mengayak bubuk teh, mengocoknya menggunakan chasen, hingga menentukan tingkat kemanisan dan jenis susu sesuai selera menjadi aktivitas yang memberikan rasa tenang di tengah rutinitas harian.
Selain itu, membuat matcha sendiri memungkinkan setiap orang memilih bahan berkualitas sesuai preferensi. Mulai dari penggunaan bubuk matcha premium hingga penyesuaian komposisi untuk kebutuhan diet tertentu, seluruh proses dapat dikendalikan secara mandiri.
Minat terhadap Tumbler Berkualitas Ikut Meningkat
Perubahan kebiasaan ini turut memengaruhi permintaan terhadap perlengkapan pendukung, terutama tumbler berkualitas. Jika sebelumnya perlengkapan matcha identik dengan mangkuk dan whisk, kini tumbler menjadi bagian penting dari gaya hidup tersebut.
Larasati, marketing sebuah brand tumbler, mengatakan konsumen kini tidak lagi melihat tumbler hanya sebagai wadah minuman.
“Kami melihat konsumen kini semakin selektif dalam memilih tumbler. Bukan hanya dari sisi desain, tetapi juga kualitas material, keamanan penggunaan, serta kemampuan menjaga suhu minuman. Banyak pecinta matcha akhirnya memilih berinvestasi pada tumbler yang awet karena dapat digunakan dalam jangka panjang dan membantu mempertahankan cita rasa matcha tetap nikmat saat dibawa beraktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, tumbler dengan teknologi insulasi mampu menjaga suhu minuman lebih stabil sehingga rasa matcha tetap terjaga meski dibawa beraktivitas sepanjang hari. Material berkualitas juga membantu mencegah aroma dari minuman sebelumnya tercampur sehingga cita rasa matcha tetap autentik.
Rekomendasi Tumbler untuk Matcha Homemade
Sejumlah produk mulai banyak dipilih untuk mendukung kebiasaan membawa matcha dari rumah.
Domma Go-Sip Series menawarkan beberapa pilihan ukuran dengan teknologi double-wall vacuum insulation yang mampu mempertahankan suhu minuman sekitar delapan jam. Produk ini juga dilengkapi fitur leak-proof serta opsi personalisasi.
Pilihan lainnya adalah Watersy yang menggunakan material BPA-free sehingga tidak menyerap aroma minuman sebelumnya. Selain menjaga cita rasa tetap murni, tumbler ini diklaim mampu mempertahankan suhu hingga 24 jam.
Sementara itu, Eternite Bubu cocok digunakan sehari-hari berkat kemampuan menjaga suhu yang stabil serta tutup kedap udara. Untuk penggemar iced matcha, Dami menjadi salah satu pilihan karena mampu menjaga kesegaran minuman dingin hingga 24 jam.
Bagi pengguna yang menginginkan ukuran lebih ringkas, Sensu Oboro Tumbler berkapasitas 250 ml dapat menjadi alternatif praktis untuk membawa satu porsi matcha latte.
Matcha Homemade Jadi Gaya Hidup Baru
Meningkatnya tren matcha homemade menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak hanya dipengaruhi tren sesaat. Pertimbangan penghematan, kebebasan memilih bahan, serta pengalaman meracik minuman sendiri membuat semakin banyak orang menjadikan matcha homemade sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih hemat, personal, dan berkelanjutan. (*)






