Padang, Javanusa—Persaingan delapan klub terbaik mewarnai Liga Futsal Nusantara Sumatera Barat 2026 yang mulai bergulir pada 3 Agustus 2026. Kompetisi ini akan berlangsung hingga 9 Agustus mendatang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur, secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Turnamen ini menjadi salah satu wadah pembinaan atlet futsal sekaligus mencari wakil Sumatera Barat untuk berlaga di tingkat nasional.
Klub yang keluar sebagai juara pertama akan memperoleh tiket mewakili Sumatera Barat dalam Liga Futsal Nusantara tingkat nasional.
Didukung Pokir Wakil Ketua DPRD Sumbar
Penyelenggaraan Liga Futsal Nusantara Sumbar 2026 mendapat dukungan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.
Mahdianur menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong pembinaan olahraga futsal di Sumatera Barat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Evi Yandri Rajo Budiman atas dukungan melalui Pokok Pikiran (Pokir) sehingga Liga Futsal Nusantara Sumatera Barat 2026 dapat terlaksana dengan baik. Kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi bagian dari pelatihan atlet, dan juara pertama nantinya akan langsung mewakili Sumatera Barat di Liga Futsal Nusantara tingkat nasional,” ujar Mahdianur.
Selain itu, Kadispora Sumbar mengapresiasi kerja panitia serta partisipasi seluruh klub yang mengikuti kompetisi.
Ia berharap para peserta tidak hanya mengejar hasil pertandingan. Turnamen juga harus menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan, memperluas silaturahmi, dan membangun pengalaman bertanding.
“Saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras dan kepada seluruh klub peserta yang ikut berkompetisi. Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas permainan, dan melahirkan atlet-atlet futsal berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat,” katanya.
Mahdianur Tekankan Sportivitas
Di tengah persaingan menuju gelar juara, Mahdianur mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga sportivitas selama pertandingan.
Ia menilai hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah kompetisi. Sikap disiplin, saling menghormati, dan penerapan prinsip fair play juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam olahraga. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menunjukkan sikap sportif, disiplin, saling menghormati, dan memberikan permainan terbaik. Dengan semangat fair play, saya yakin futsal Sumatera Barat akan terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, Liga Futsal Nusantara Sumatera Barat 2026 diharapkan menjadi pintu munculnya pemain-pemain muda potensial.
Kompetisi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat pembinaan futsal secara berkelanjutan. Para atlet terbaik nantinya memiliki peluang membawa nama Sumatera Barat ke panggung nasional. (*)






