Padang, Javanusa—Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang November 2025, Senin (11/8/2026).
Peninjauan berlangsung di kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, serta kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Peninjauan tersebut bertujuan melihat perkembangan pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak banjir bandang.
Sejumlah warga terdampak hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara) di beberapa lokasi Kecamatan Pauh dan Koto Tangah.
Maigus Nasir mengatakan Pemerintah Kota Padang terus menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak bencana.
Pemko Padang menyiapkan lahan melalui pemanfaatan aset pemerintah maupun pengadaan tanah menggunakan APBD Kota Padang.
Maigus berharap pembangunan Huntap berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, warga terdampak yang masih tinggal di Huntara segera menempati hunian layak, aman, dan permanen.
183 Huntap Disiapkan di Kawasan Sungkai
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan perkembangan pembangunan Huntap di kawasan Sungkai.
Pemko Padang telah menyelesaikan pengadaan lahan seluas sekitar 4,6 hektare untuk pembangunan Huntap tersebut.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI merencanakan pembangunan 183 unit rumah di atas lahan tersebut. Pembangunan 183 unit rumah itu dijadwalkan mulai September 2026.
“Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum,” kata Tri.
Pemko Padang juga menyiapkan sumber air minum untuk mendukung kebutuhan warga di kawasan Huntap tersebut.
“Huntap ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh,” ujarnya.
Huntap Balai Gadang Capai Hampir 50 Persen
Selain Sungkai, Pemko Padang menyiapkan pembangunan Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang.
Pada tahap pertama, tersedia lahan sekitar 2,8 hektare untuk pembangunan 141 unit rumah. Progres pembangunan Huntap di kawasan tersebut kini telah mendekati 50 persen.
Tri mengatakan Pemko Padang juga menyiapkan Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) di kawasan Huntap Balai Gadang.
PSU tersebut mencakup jalan lingkungan, irigasi, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Pekerjaan PSU direncanakan mulai berlangsung dalam waktu dekat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang,” kata Maigus.
“Terima kasih juga kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai,” lanjutnya.
Target 340 Huntap di Balai Gadang
Tri menambahkan, Pemko Padang telah membeli lahan sekitar 1,2 hektare untuk pengembangan Huntap di kawasan Bumi Perkemahan. Lahan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 85 unit rumah.
Pemko Padang juga tengah memproses tambahan pengadaan lahan seluas sekitar 2,2 hektare.
“Selain itu, kita juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektar yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah,” ujar Tri.
“Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektar,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, Pemko Padang menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan.
“PSU kita mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah,” kata Tri.
“Tahun ini kita menargetkan pembangunan 141 unit Huntap di Balai Gadang dan 183 unit di Sungkai,” ujarnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus, pejabat Kementerian PKP RI Teddy Paul H. Siagian, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama. Camat Pauh Yandry dan perwakilan Buddha Tzu Chi, Kahar, juga turut hadir dalam peninjauan tersebut. (*)






