Padang, Javanusa—Sebanyak 27.432 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumatera Barat selama periode 14–17 Agustus 2026. KA Pariaman Ekspres mencatat jumlah pelanggan tertinggi dengan 19.702 orang.
Secara akumulatif, angka itu mencapai 116,17 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan 16.960 tempat duduk untuk seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres dalam periode tersebut.
KAI menjelaskan, persentase di atas 100 persen tidak menunjukkan adanya perjalanan dengan penumpang melebihi kapasitas kursi.
Perhitungan tersebut membandingkan total pelanggan dengan total kapasitas tempat duduk dari seluruh perjalanan selama empat hari.
Satu pelanggan juga dapat menggunakan KA Pariaman Ekspres pada perjalanan yang berbeda. Kondisi itu membuat terjadi perputaran pelanggan dalam sejumlah perjalanan.
Tingginya volume tersebut menunjukkan Pariaman Ekspres menjadi salah satu pilihan masyarakat selama libur panjang. Masyarakat memanfaatkannya untuk berwisata, bersilaturahmi, dan menjalankan berbagai aktivitas lainnya.
Selain Pariaman Ekspres, KA Lembah Anai melayani 4.666 pelanggan. Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres mencatat 3.064 pelanggan.
Stasiun Padang Catat Mobilitas Tertinggi
Kepadatan mobilitas juga terlihat dari data keberangkatan di sejumlah stasiun wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.
Stasiun Padang menjadi titik keberangkatan dengan jumlah pelanggan terbanyak. Totalnya mencapai 7.307 pelanggan selama periode 14–17 Agustus 2026.
Stasiun Pariaman berada di urutan berikutnya dengan 4.665 pelanggan. Kemudian Stasiun Air Tawar mencatat 2.722 pelanggan.
Selanjutnya, Stasiun Naras melayani 1.602 pelanggan dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 1.432 pelanggan.
Dari sisi kedatangan, Stasiun Padang kembali mencatat volume tertinggi. Jumlah pelanggan yang tiba mencapai 7.536 orang.
Stasiun Pariaman menyusul dengan 5.001 pelanggan. Stasiun Air Tawar mencatat 2.245 pelanggan, Stasiun Naras 1.745 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 1.357 pelanggan.
Data tersebut menggambarkan tingginya pergerakan masyarakat melalui stasiun-stasiun utama KAI Divre II Sumbar selama libur HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
KAI Dorong Peningkatan Kualitas Layanan
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menilai tingginya jumlah pelanggan menjadi indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya selama momentum kemerdekaan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian,” ujar Reza.
Menurut Reza, capaian tersebut sekaligus mendorong KAI untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” lanjutnya.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Peningkatan mobilitas selama masa liburan juga diikuti dengan penguatan kesiapan operasional. KAI Divre II Sumbar melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana serta memperkuat pengawasan perjalanan kereta api.
Petugas juga meningkatkan pelayanan di stasiun maupun selama perjalanan. Aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama sepanjang momentum libur panjang tersebut.
KAI turut melakukan pemantauan perjalanan secara rutin dan memberikan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Edukasi terutama menyasar warga yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang.
KAI mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan ketika melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan harus berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Masyarakat juga perlu memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Selain itu, warga dilarang berjalan, bermain, atau melakukan aktivitas lain di jalur rel karena tindakan tersebut dapat membahayakan diri dan perjalanan kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat,” kata Reza.
“Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutupnya. (*)






