Javanusa.com—Makanan fermentasi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Sejumlah pangan fermentasi juga dapat mendukung kesehatan otak melalui hubungan kompleks antara mikrobiota usus dan otak atau gut-brain axis.
Katherine Brooking, MS, RD, menjelaskan bahwa bakteri di dalam usus menghasilkan berbagai zat yang dapat mengirimkan sinyal ke otak.
Mekanisme tersebut berpotensi memengaruhi suasana hati, perilaku, daya ingat, hingga kemampuan kognitif.
Karena itu, memasukkan makanan fermentasi ke dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan usus sekaligus otak. Berikut lima pilihan yang disebut para ahli.
1. Yogurt
Yogurt menjadi salah satu makanan fermentasi yang mudah dikonsumsi setiap hari. Makanan ini dapat disantap langsung atau dipadukan dengan berbagai bahan sebagai camilan.
Amy Kimberlain, RDN, CDCES, merekomendasikan yogurt karena mengandung probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus.
Selain probiotik, yogurt menyediakan sejumlah nutrisi yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk mendukung kesehatan dan fungsi otak. Kombinasi Greek yogurt dan madu juga disebut dapat membantu meningkatkan bakteri baik di usus berdasarkan penelitian.
2. Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi asal Korea yang dikenal kaya akan probiotik. Kandungan tersebut membuat kimchi menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan usus.
Sejumlah penelitian menunjukkan probiotik dalam kimchi berpotensi memberikan manfaat terhadap fungsi kognitif. Efek tersebut juga dikaitkan dengan kemungkinan penurunan risiko gangguan neurologis, termasuk Alzheimer dan demensia.
Kimchi turut menyediakan vitamin K serta antioksidan seperti vitamin C. Nutrisi tersebut membantu mendukung fungsi tubuh dan sistem kekebalan.
3. Kombucha
Kombucha merupakan minuman berbahan dasar teh yang mengalami proses fermentasi. Minuman ini semakin populer karena kandungan probiotiknya yang dapat membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus.
Menurut Kimberlain, kondisi usus yang seimbang berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan. Kesehatan usus yang lebih baik dapat membantu mengendalikan peradangan dan turut mendukung kesehatan mental.
Hubungan tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai peran gut-brain axis dalam kondisi seperti kecemasan dan depresi. Namun, konsumsi kombucha tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
4. Miso
Miso adalah pasta kental berbahan dasar kedelai yang difermentasi. Bahan ini banyak digunakan dalam masakan Jepang, termasuk sebagai bahan sup maupun penyedap makanan.
Proses fermentasi membuat miso mengandung mikroorganisme yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan usus. Kondisi mikrobiota usus kemudian berhubungan dengan komunikasi antara sistem pencernaan dan otak.
Penelitian juga menunjukkan konsumsi makanan berbahan kedelai secara rutin berpotensi mendukung kinerja kognitif. Karena itu, miso dapat menjadi salah satu pilihan pangan fermentasi dalam menu sehari-hari.
5. Tempe
Tempe menjadi makanan fermentasi yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Produk ini dibuat dari kedelai utuh melalui proses fermentasi dan dikenal sebagai sumber protein nabati.
Selain menyediakan protein, tempe juga mengandung komponen hasil fermentasi yang berpotensi mendukung kesehatan mikrobiota usus. Manfaat tersebut kemudian dapat berkaitan dengan kesehatan otak melalui mekanisme gut-brain axis.
Penelitian terbaru juga menemukan senyawa dalam tempe yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap fungsi memori. Tempe pun dapat menjadi pilihan pangan lokal untuk melengkapi pola makan yang mendukung kesehatan otak.
Hubungan Usus dan Otak Jadi Perhatian
Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan dan fungsi otak memiliki hubungan yang erat. Komunikasi keduanya melibatkan mikrobiota usus, metabolit yang dihasilkan bakteri, serta sistem saraf.
Meski demikian, makanan fermentasi bukan pengganti pengobatan untuk gangguan neurologis atau kesehatan mental. Konsumsi beragam makanan bergizi tetap menjadi bagian penting dari pola makan seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak. (*)






