3 Orangutan Kalimantan Dievakuasi dari Ketapang, Dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Palung

Penulis -

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan BKSDA Kalbar, TNGP dan YIARI mengevakuasi orangutan Kalimantan dari perkebunan warga di Ketapang. (Foto: Kemenhut)

Tim gabungan BKSDA Kalbar, TNGP dan YIARI mengevakuasi orangutan Kalimantan dari perkebunan warga di Ketapang. (Foto: Kemenhut)

Ketapang, Javanusa—Tiga orangutan Kalimantan dievakuasi dari sekitar permukiman dan perkebunan warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Langkah ini untuk mencegah konflik dengan manusia sekaligus menjaga keselamatan satwa di tengah puncak musim kemarau.

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan penyelamatan pada Jumat (21/8/2026).

Tiga Orangutan Dipindahkan ke Taman Nasional Gunung Palung

Penyelamatan berlangsung di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Tim mengevakuasi tiga orangutan yang terdiri dari induk betina bernama Mamak Yuni, berusia sekitar 18 tahun, dan anak jantan Pura yang berusia 8–10 bulan.

Satu orangutan lainnya merupakan individu remaja betina bernama Yuni, dengan usia sekitar delapan tahun.

Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane mengatakan, pergerakan orangutan menuju kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan perkebunan warga berkaitan dengan perubahan kondisi alam selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan interaksi antara satwa liar dan manusia. Karena itu, BKSDA Kalbar memilih langkah preventif dengan memindahkan orangutan ke kawasan konservasi yang lebih aman.

“Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah,” ujarnya.

Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Translokasi

Sebelum proses translokasi, dokter hewan dari YIARI memeriksa kondisi kesehatan ketiga orangutan secara menyeluruh di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh satwa dalam kondisi sehat. Ketiganya juga masih memiliki karakter liar alami sehingga dinilai siap kembali menjalani kehidupan bebas di kawasan konservasi.

Setelah proses persiapan selesai, tim membawa ketiga orangutan melalui perjalanan darat dan sungai. Pada Jumat (21/8/2026) pukul 20.30 WIB, petugas melepasliarkan ketiganya di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Sektor Batu Barat.

Baca Juga :  5 Musisi Pendatang Baru Berebut Gelar Terbaik di AMI Awards 2026
BKSDA Tindak Lanjuti Laporan Orangutan di Kayong Utara

Selain penyelamatan di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menerima laporan kemunculan orangutan di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Warga melaporkan satu individu orangutan melintas di sekitar perkebunan pada Kamis (20/8/2026). BKSDA Kalbar kemudian mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial dan memberikan pendampingan kepada pemilik kebun.

BKSDA mengapresiasi respons masyarakat yang segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada pihak berwenang. Saat ini, petugas menyiapkan langkah penanganan lanjutan secara terukur.

Rencana tersebut mencakup pemindahan orangutan menuju kawasan hutan terdekat yang lebih sesuai dengan habitatnya.

Masyarakat Diminta Tidak Mengganggu Satwa Liar

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat tetap tenang ketika menemukan satwa liar di sekitar permukiman atau perkebunan.

Masyarakat juga diminta menghindari tindakan yang dapat membahayakan satwa maupun manusia. Pelaporan melalui call center BKSDA setempat menjadi langkah penting agar petugas dapat melakukan penanganan secara tepat.

Koordinasi tersebut diharapkan mampu menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelestarian orangutan Kalimantan dan keanekaragaman hayati Indonesia. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru