Inflasi Sumbar September 2026 Turun Jadi 3,50 Persen, Cabai Merah Picu Inflasi Bulanan

Penulis -

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi inflasi Sumbar September 2026. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi inflasi Sumbar September 2026. (Foto: AI Generated)

Padang, Javanusa—Inflasi tahunan Sumatera Barat (Sumbar) melandai menjadi 3,50 persen pada September 2026. Meski demikian, tekanan harga dalam sebulan terakhir justru meningkat, terutama akibat kenaikan harga cabai merah.

Data tersebut menunjukkan inflasi Sumbar secara tahunan turun dari 3,76 persen pada Agustus 2026. Angka September juga kembali masuk dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Namun, secara bulanan, inflasi Sumbar naik cukup signifikan. Inflasi September tercatat 0,60 persen, sedangkan pada Agustus hanya 0,18 persen.

Secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026, inflasi Sumbar mencapai 1,83 persen.

Cabai Merah hingga Telur Tekan Inflasi Tahunan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, M Abdul Majid Ikram, menjelaskan penurunan inflasi tahunan mendapat dukungan dari sejumlah komoditas pangan.

Cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras menjadi komoditas yang mengalami deflasi. Ketiganya membantu menahan laju kenaikan harga sepanjang tahun.

“Secara tahunan, cabai merah mengalami deflasi dengan andil sebesar -0,23 persen (yoy), sementara bawang merah mencatat deflasi -0,16 persen (yoy). Selain itu, telur ayam ras mengalami deflasi dengan andil -0,03 persen,” ujar Majid dalam siaran pers.

Secara tahunan, cabai merah memberikan andil deflasi sebesar 0,23 persen. Bawang merah menyumbang 0,16 persen, sedangkan telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Meski begitu, beberapa komoditas masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Daging ayam ras, emas perhiasan, dan beras menjadi penyumbang utama.

Ketiga komoditas tersebut masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,31 persen, 0,30 persen, dan 0,23 persen.

Kenaikan harga daging ayam ras berkaitan dengan meningkatnya biaya produksi. Salah satu pemicunya ialah kenaikan harga bahan baku pakan.

Sementara itu, harga beras terdorong oleh penurunan produksi. Kerusakan lahan sawah pascabencana serta terbatasnya pasokan dari luar daerah turut memengaruhi kondisi tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Voting Logo HUT RI ke-81, Masyarakat Bisa Pilih Desain Favorit hingga 28 Juni 2026
Harga Cabai Merah Dorong Inflasi Bulanan

Berbeda dengan tren tahunan, inflasi Sumbar pada September 2026 meningkat secara bulanan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi sumber tekanan terbesar.

Cabai merah menjadi komoditas dengan kontribusi paling besar terhadap inflasi bulanan. Komoditas tersebut memberikan andil 0,47 persen terhadap inflasi September.

Menurut Majid, kenaikan harga cabai merah berkaitan dengan meningkatnya pengiriman komoditas tersebut ke luar Sumbar.

Kondisi itu terjadi ketika produksi cabai merah secara nasional mengalami penurunan. Gangguan pasokan juga muncul dari sejumlah wilayah yang terdampak erupsi dan kebakaran hutan dan lahan.

Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di sejumlah sentra produksi turut memengaruhi ketersediaan cabai.

Selain cabai merah, daging ayam ras, beras, cabai hijau, dan ikan cakalang juga mendorong inflasi bulanan. Masing-masing komoditas memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi lebih tinggi.

Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, cabai rawit, angkutan udara, jengkol, dan kentang.

Harga cabai rawit turun seiring bertambahnya area budidaya di sejumlah sentra produksi. Sementara itu, tarif angkutan udara mengalami penurunan setelah permintaan kembali normal pascaperiode liburan.

Harga emas perhiasan juga terkoreksi setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Pasaman Barat Catat Inflasi Bulanan Tertinggi

Pergerakan inflasi tidak sama di seluruh wilayah Sumbar. Seluruh kabupaten dan kota yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi pada September 2026.

Kabupaten Pasaman Barat mencatat inflasi bulanan tertinggi, yakni 1,11 persen. Kabupaten Dharmasraya menyusul dengan 1,03 persen.

Selanjutnya, Kota Bukittinggi mencatat inflasi 0,98 persen dan Kota Padang sebesar 0,33 persen.

Baca Juga :  Masuk Nominasi Tiga Besar, Kubu Marapalam Dinilai Tim Penilaian Kelurahan Berprestasi Tingkat Sumbar

Untuk inflasi tahunan, Kabupaten Dharmasraya berada di posisi tertinggi dengan angka 4,42 persen. Pasaman Barat menyusul 3,56 persen, Bukittinggi 3,43 persen, dan Padang 3,33 persen.

Sementara itu, secara kumulatif Januari hingga September 2026, Dharmasraya kembali mencatat angka tertinggi sebesar 3,76 persen.

Kota Bukittinggi mencatat inflasi kumulatif 2,37 persen. Berikutnya Kota Padang 1,57 persen dan Pasaman Barat 1,49 persen.

TPID Perkuat Pengendalian Harga Cabai

Kenaikan harga cabai merah menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan Bulog memperkuat berbagai langkah stabilisasi pasokan dan harga.

Operasi pasar serta Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilakukan dengan menerapkan prinsip 5 Tepat. Prinsip tersebut mencakup tepat waktu, lokasi, komoditas, jumlah, dan sasaran.

Langkah itu bertujuan menjaga harga tetap terjangkau sekaligus memastikan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.

Kerja Sama Antar Daerah (KAD) berbasis neraca pangan juga terus diperkuat. Salah satu bentuknya berupa fasilitasi business matching antara petani, off-taker, dan mitra logistik.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga antardaerah.

Hasil pemantauan TPID menunjukkan stok cabai merah di sejumlah sentra produksi masih mencukupi. Alahan Panjang, Kabupaten Solok, menjadi salah satu wilayah yang memiliki pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tambahan pasokan dari Jawa Tengah juga membantu meningkatkan ketersediaan cabai merah di pasar. Kondisi ini diharapkan dapat menahan tekanan inflasi dalam periode berikutnya.

Selain menjaga pasokan, pemerintah memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas hortikultura. Pengembangan urban farming dan pemberdayaan kelompok tani champion cabai merah juga menjadi bagian dari strategi tersebut.

BI Waspadai Risiko Inflasi ke Depan

Majid memperkirakan inflasi Sumatera Barat masih berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen (yoy).

Baca Juga :  Sekda Pariaman Serahkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu mendapat perhatian. Kenaikan harga pangan dan energi global menjadi salah satu faktor yang dapat kembali mendorong tekanan inflasi.

Cuaca ekstrem dan bencana alam juga berpotensi mengganggu produksi pangan. Hambatan distribusi serta keterbatasan pasokan antardaerah menjadi risiko lain yang perlu diantisipasi.

Selain itu, disparitas harga antarwilayah dapat mendorong aliran keluar komoditas dari Sumbar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan di pasar lokal.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga perlu dicermati. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi sekaligus memicu imported inflation.

Dengan berbagai risiko tersebut, koordinasi pengendalian harga dan penguatan pasokan pangan menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi Sumbar tetap terkendali. (*)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB