5 Gerakan Leg Day Gym untuk Pemula, Lengkap dengan Tips Mengatasi Nyeri Otot

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi leg day gym. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi leg day gym. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Latihan kaki atau leg day gym menjadi bagian penting dalam program kebugaran karena membantu memperkuat otot tubuh bagian bawah.

Dengan teknik yang benar dan intensitas sesuai kemampuan, latihan ini dapat meningkatkan keseimbangan, kekuatan, serta kemampuan tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, latihan yang terlalu berat tanpa persiapan dan pemulihan memadai dapat memicu nyeri otot hingga meningkatkan risiko cedera. Karena itu, pemilihan gerakan, pengaturan beban, dan waktu istirahat perlu mendapat perhatian.

Dikutip dari Halodoc, leg day merupakan sesi latihan yang secara khusus menargetkan otot tubuh bagian bawah. Kelompok otot yang dilatih meliputi paha depan, paha belakang, bokong, dan betis.

Latihan ini biasanya mencakup gerakan menggunakan beban tubuh maupun peralatan gym. Squat, lunges, leg press, Romanian deadlift, dan calf raise menjadi beberapa pilihan yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran.

Selain meningkatkan kekuatan otot, latihan kaki juga membantu mendukung stabilitas tubuh. Meski demikian, hasil latihan bergantung pada konsistensi, teknik gerakan, dan program latihan yang sesuai.

5 Gerakan Leg Day untuk Memperkuat Otot Kaki

Pemula dapat memulai leg day dengan gerakan dasar sebelum menambah beban atau intensitas. Berikut lima latihan yang dapat dimasukkan ke dalam program kebugaran.

1. Squat

Squat melatih otot paha depan, bokong, dan sejumlah otot pendukung stabilitas tubuh. Lakukan gerakan dengan punggung tetap netral dan lutut mengikuti arah jari kaki.

2. Lunges

Lunges membantu melatih kekuatan kaki sekaligus keseimbangan. Pastikan tubuh tetap stabil dan lakukan gerakan sesuai kemampuan untuk menghindari tekanan berlebihan pada lutut.

3. Leg Press

Leg press menggunakan mesin untuk melatih otot paha dan bokong. Atur beban secara bertahap dan hindari meluruskan lutut secara berlebihan saat mendorong beban.

Baca Juga :  Berapa Kali Olahraga dalam Seminggu? Ini Frekuensi Ideal agar Tubuh Tetap Bugar  
4. Romanian Deadlift

Romanian deadlift berfokus pada otot paha belakang dan bokong. Pertahankan posisi punggung netral serta gerakkan pinggul ke belakang selama menurunkan beban.

5. Calf Raise

Calf raise menargetkan otot betis melalui gerakan mengangkat tumit. Lakukan gerakan secara terkendali agar otot bekerja optimal tanpa mengandalkan momentum.

Cara Mengurangi Nyeri Otot Setelah Leg Day

Nyeri otot dapat muncul setelah latihan kaki, terutama ketika seseorang mencoba gerakan baru atau meningkatkan intensitas latihan. Salah satu penyebabnya ialah delayed onset muscle soreness (DOMS), yaitu nyeri otot yang biasanya mulai terasa 12–72 jam setelah berolahraga.

Keluhan ini umumnya berangsur membaik dengan pemulihan yang memadai. Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan, lakukan beberapa langkah berikut:

    • Lakukan pemanasan: Gerakan dinamis sebelum latihan membantu mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik.
    • Atur intensitas: Kurangi beban atau volume latihan sementara jika nyeri mengganggu gerakan.
    • Penuhi kebutuhan cairan: Minum air yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh selama pemulihan.
    • Konsumsi makanan bergizi: Asupan nutrisi yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan tubuh setelah berolahraga.
    • Cukupi waktu tidur: Istirahat yang memadai mendukung proses pemulihan otot.
    • Hindari pijatan keras: Jangan memberikan tekanan kuat pada area yang mengalami pembengkakan, memar, atau nyeri berat.

Jika otot masih terasa nyeri, hindari memaksakan latihan berat pada kelompok otot yang sama. Sesuaikan jadwal latihan dengan kondisi tubuh dan tingkat pemulihan.

Apakah Obat Pereda Nyeri Diperlukan?

Produk pereda nyeri dapat membantu mengatasi keluhan tertentu setelah berolahraga. Namun, penggunaannya perlu mempertimbangkan penyebab nyeri, kondisi kesehatan, dan kemungkinan interaksi dengan obat lain.

Ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter sebelum menggunakan obat. Jangan mengandalkan obat untuk menutupi nyeri agar tetap dapat berlatih ketika tubuh belum pulih.

Baca Juga :  Jangan Salah, Ini Waktu Terbaik Mengonsumsi Chia Seed agar Manfaatnya Maksimal

Latihan kekuatan yang terencana, peningkatan beban secara bertahap, dan pemulihan yang cukup tetap menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran serta mengurangi risiko cedera.

Kapan Nyeri Setelah Leg Day Harus Diperiksakan?

Nyeri otot ringan setelah latihan umumnya membaik dalam beberapa hari. Namun, nyeri berat atau gejala yang tidak biasa dapat menandakan masalah yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Segera konsultasikan kondisi kepada dokter jika muncul nyeri sangat berat, pembengkakan atau memar luas, kelemahan otot, maupun mati rasa. Urine berwarna gelap setelah latihan berat juga memerlukan pemeriksaan segera karena dapat menandakan kerusakan otot serius, seperti rabdomiolisis.

Pemeriksaan medis juga diperlukan jika nyeri muncul setelah cedera, menghambat aktivitas sehari-hari, atau tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.

Dengan menerapkan teknik yang benar, mengatur intensitas, dan memberi tubuh waktu untuk pulih, leg day gym dapat menjadi bagian efektif dari program kebugaran. Prioritaskan kualitas gerakan dan konsistensi latihan daripada memaksakan beban berat dalam waktu singkat. (*)

Berita Terkait

Tak Hanya Mempercantik Ruangan, Ini 5 Manfaat Bunga Tulip yang Jarang Diketahui
Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Resep Bakmi Ayam Ala Restoran, Praktis Dibuat dan Lebih Sehat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Cara Membuat Cilok Empuk dan Lembut, Lengkap dengan Tipsnya

Sabtu, 12 September 2026 - 20:19 WIB

Ubi Goreng Ternyata Punya Sejumlah Manfaat, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya

Jumat, 11 September 2026 - 05:03 WIB

Resep Semur Daging Sapi Empuk dan Lezat, Praktis untuk Menu Keluarga

Rabu, 9 September 2026 - 20:15 WIB

3 Resep Bakso Ayam yang Kenyal dan Praktis, Mudah Dibuat di Rumah

Minggu, 6 September 2026 - 16:04 WIB

Resep Acar Kuning Segar dan Praktis, Cocok Jadi Pendamping Nasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Margarin dan Mentega serta Kandungan Gizinya

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

10 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas, Bisa Merusak Rasa dan Teksturnya

Berita Terbaru