Javanusa.com—MALIQ & D’Essentials merilis single terbaru berjudul Arah Labuh menjelang perayaan 25 tahun perjalanan musik mereka.
Lagu ini membawa pesan tentang keberanian menjelajahi hal baru, menerima ketidakpastian, dan terus melangkah meski belum mengetahui tujuan akhir.
Arah Labuh juga menjadi pembuka menuju pameran dan album terbaru MALIQ & D’Essentials yang dijadwalkan rilis pada 12 November.
Arah Labuh Bicara tentang Keberanian Melangkah
Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana menulis lagu ini bersama seluruh personel MALIQ & D’Essentials. Mereka merangkai cerita tentang perjalanan hidup yang tidak selalu membutuhkan jawaban sejak awal.
Melalui lagu ini, MALIQ & D’Essentials mengajak pendengar untuk menghargai setiap pengalaman. Setiap langkah, termasuk yang terasa keliru, tetap menghadirkan cerita dan pelajaran baru.
Pesan tersebut muncul sejak bagian pembuka lagu melalui penggalan lirik, “Lihat bintang yang terjauh, mari sampai ke sana menyentuh.”
Lagu Arah Labuh menggunakan metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh untuk menggambarkan semangat eksplorasi. Ketiga gambaran itu merepresentasikan keinginan untuk melihat lebih jauh, mencoba berbagai kemungkinan, dan terus bergerak di tengah ketidakpastian.
Mengakui Keraguan, Tetap Menikmati Perjalanan
Selain mendorong keberanian, Arah Labuh juga mengakui bahwa perjalanan hidup dapat menghadirkan kesalahan dan kesedihan. Hal itu tergambar dalam penggalan lirik, “Adakala hilang arah, kita ‘kan buat salah.”
Lagu ini kemudian menghadirkan sudut pandang yang lebih ringan melalui lirik, “Sedikit bersedih lalu balik tertawa” dan “Berlama sendu jangan, yang seru akan datang.”
Alih-alih menggambarkan hidup sebagai perjalanan yang selalu berjalan mulus, MALIQ & D’Essentials menekankan pentingnya menerima berbagai pengalaman. Kesalahan dan keraguan tidak harus menghentikan seseorang untuk melangkah kembali.
Pesan tersebut juga mengingatkan pendengar bahwa hidup tidak harus sempurna agar tetap bermakna. Terkadang, keberanian untuk mengambil langkah berikutnya menjadi hal yang paling penting.
Menjelang 25 Tahun, MALIQ & D’Essentials Terus Bereksplorasi
Tema eksplorasi dalam Arah Labuh sejalan dengan perjalanan MALIQ & D’Essentials yang mendekati usia 25 tahun. Selama hampir seperempat abad, band ini terus berkembang bersama berbagai generasi pendengar.
Mereka juga menjelajahi beragam warna musikal sambil mempertahankan karakter yang melekat pada karya-karya mereka. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari konteks yang melatarbelakangi pesan dalam single terbaru ini.
Peluncuran Arah Labuh sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kreatif MALIQ & D’Essentials. Band ini menyiapkan pameran dan album terbaru yang akan memperluas cerita tentang proses, pertemuan, serta eksplorasi selama perjalanan bermusik mereka. (*)






